Setelah dilakukan hearing dengan DPRD, anggaran meningkat menjadi sekitar Rp1 miliar. Namun, tambahan tersebut tetap belum mampu membiayai seluruh atlet yang diusulkan cabor.
Karena itu, Disporapar akan mengutamakan atlet yang memiliki peluang meraih medali di lebih dari satu nomor pertandingan. Strategi tersebut diharapkan membuat jumlah atlet yang terbatas tetap dapat memberikan hasil maksimal.
“Jadi yang dikirim ini, misalkan satu atlet itu berpotensi bukan hanya satu emas, tapi bisa menjadi dua emas,” jelas Arif.
Arif mencontohkan atlet atletik yang berpotensi turun pada nomor 100 meter dan 400 meter. Atlet dengan peluang tampil di beberapa nomor akan menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kontingen.
Sementara itu, Disporapar belum menetapkan target medali Kota Malang di POPDA XV Jatim 2026. Target baru akan dibahas setelah komposisi atlet yang diberangkatkan ditetapkan.
“Kalau targetnya ini masih kita rapatkan kemarin. Setelah ini kerangkanya jadi, kita rapatkan lagi, targetnya berapa,” pungkasnya.