KLOJEN, DISWAYMALANG.ID — Lebih dari 400 atlet Kota Malang diusulkan untuk berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026. Namun, keterbatasan anggaran membuat Disporapar Kota Malang hanya mampu membiayai sekitar 200 atlet.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk keberangkatan kontingen. Anggaran tersebut mencakup kebutuhan atlet dan official, termasuk jersey, akomodasi dan transportasi.
“Anggaran kita kan hanya sekitar Rp1 miliar. Dari cabor itu 400 sekian atletnya. Hitung-hitungan kemarin, kalau dengan anggaran Rp1 miliar itu, kita hanya bisa memberangkatkan 200 atlet,” kata Arif, Rabu (7/10/2026).
BACA JUGA:Mandalika 2026 Bisa Jadi Ujian Berat Veda Ega Pratama, Ini Alasannya
Kondisi tersebut membuat Disporapar harus melakukan seleksi terhadap atlet yang diberangkatkan. Penentuan atlet tidak dilakukan langsung oleh Disporapar, melainkan berdasarkan rekomendasi masing-masing pengurus cabang olahraga (cabor).
Atlet yang diprioritaskan adalah mereka yang dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menyumbangkan medali bagi Kota Malang.
“Yang menentukan bukan saya, tetapi dari masing-masing ketua cabornya,” ujar Arif.
Disporapar juga membuka kemungkinan bagi atlet yang tidak masuk kuota pembiayaan pemerintah untuk tetap mengikuti POPDA secara mandiri. Namun, seluruh biaya keberangkatan menjadi tanggung jawab masing-masing atlet.
BACA JUGA:Persib dan Borneo FC Hadapi Ujian Berat di Shopee ASEAN Cup, Begini Peluang Lolosnya
Untuk memastikan tidak terjadi kesalahpahaman, Disporapar menyiapkan surat pernyataan yang diketahui orang tua atlet dan ketua cabor.
“Makanya kita buatkan surat pernyataan biar sama-sama enak. Itu pun diketahui sama orang tua, diketahui sama ketua cabornya,” katanya.
Menurut Arif, keterbatasan anggaran memang menjadi persoalan dalam setiap penyusunan kontingen. Sebelum mendapat tambahan anggaran melalui pembahasan bersama DPRD Kota Malang, pagu keberangkatan hanya sekitar Rp400 juta.
Dengan anggaran tersebut, Disporapar memperkirakan hanya mampu membiayai sekitar 70 atlet dan official.
BACA JUGA:Promo Jatim Park Group di PRJ Surabaya, Tiket Mega Science Center Rp65 Ribu