JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - BYD M6 DM-i menjadi salah satu mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang menawarkan kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin. Menariknya, konsumsi BBM mobil ini diuji ketika kapasitas baterai atau state of charge (SOC) berada di level 25 persen.
Pengujian tersebut dilakukan untuk melihat seberapa efisien BYD M6 DM-i ketika tidak lagi mengandalkan baterai dalam kondisi penuh. Hasilnya menunjukkan perbedaan konsumsi BBM berdasarkan karakter jalan yang dilalui.
Pengujian ini dibahas dalam video YouTube GridOto. Kondisi baterai sengaja disiapkan pada SOC 25 persen agar sistem tidak terus-menerus menggunakan tenaga listrik dari baterai yang sudah terisi penuh.
Konsumsi BBM BYD M6 DM-i Capai 27 Km/L di Kota
Dalam pengujian di rute perkotaan, BYD M6 DM-i mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 27 km per liter. Angka tersebut menjadi hasil terbaik dari beberapa kondisi jalan yang diuji.
Karakter sistem hybrid BYD memang membuat motor listrik menjadi sumber penggerak utama. Mesin bensin kemudian bekerja membantu kebutuhan tenaga sekaligus menjaga kondisi baterai sesuai strategi sistem.
Dengan bobot kendaraan sekitar 1,7 ton, catatan 27 km/l tersebut cukup menarik. Terlebih, angka itu didapat ketika kapasitas baterai tidak berada dalam kondisi penuh.
Sementara itu, ketika pengujian dilakukan secara kombinasi, konsumsi BBM berada di kisaran 22,7 km/l. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kondisi jalan dan pola berkendara tetap berpengaruh terhadap efisiensi.
Saat Masuk Tol, Konsumsi BBM Menurun
Perbedaan konsumsi terlihat ketika BYD M6 DM-i digunakan di jalan tol. Pada kondisi tersebut, konsumsi BBM tercatat sekitar 19,5 km/l.
Kecepatan yang lebih tinggi membuat kebutuhan energi kendaraan meningkat. Mesin bensin juga memiliki peran lebih besar dibandingkan ketika mobil digunakan dalam lalu lintas perkotaan dengan kecepatan relatif rendah dan banyak momentum deselerasi.
Karena itu, angka konsumsi BBM BYD M6 DM-i tidak bisa disamaratakan untuk semua kondisi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan di perkotaan justru memberikan angka yang lebih tinggi dibandingkan perjalanan di jalan tol.
Lalu Bagaimana dengan Klaim 65 Km/L?
Salah satu angka yang menarik perhatian dari BYD M6 DM-i adalah klaim konsumsi hingga sekitar 65 km/l. Namun, angka tersebut tidak bisa dibandingkan langsung dengan hasil pengujian menggunakan SOC 25 persen.
Klaim tersebut berkaitan dengan kondisi ketika mobil berangkat dengan tangki bensin dan baterai dalam keadaan penuh. Dalam pola pemakaian seperti itu, mobil dapat mengandalkan tenaga listrik terlebih dahulu.
Ketika baterai mulai habis setelah menempuh sekitar 100 hingga 105 kilometer, mesin bensin kemudian bekerja untuk membantu mengisi daya sekaligus menopang kebutuhan kendaraan.
Artinya, konsumsi BBM menjadi sangat rendah apabila perjalanan harian lebih banyak mengandalkan energi listrik dari baterai. Jika mobil kembali diisi daya sebelum baterai benar-benar habis, penggunaan bensin bahkan dapat ditekan semakin jauh.
Keunggulan Utama Ada pada Fleksibilitas
Sistem BYD DM-i pada dasarnya dirancang dengan pendekatan electric-first. Motor listrik menjadi penggerak utama, sementara mesin pembakaran internal mengambil peran sesuai kebutuhan sistem.