Tabebuya, Lebih dari Sekadar Pohon Peneduh yang Tangguh

Sabtu 03-10-2026,07:20 WIB
Reporter : Panca Rachmad Pamungkas
Editor : Panca Rachmad Pamungkas

BATU, DISWAYMALANG.ID - ​Pemandangan sudut-sudut Kota Batu belakangan ini sangat indah dengan mekarnya bunga Tabebuya.  Pohon berbunga cantik yang sering dijuluki sebagai "Sakura"-nya Indonesia ini tidak hanya menyuguhkan estetika visual yang memanjakan mata. Tetapi, juga menyimpan segudang keunggulan ekologi hingga potensi medis yang belum banyak diketahui.

BACA JUGA:Bunga Tabebuya Bermekaran di Jalan Panglima Sudirman Batu, Suasananya Bak Musim Semi Jepang

​Benteng Ekologis Kota

​Di balik pesona bunganya yang menawan saat bermekaran, Tabebuya (handroanthus chrysotrichus / Tabebuia) merupakan jenis pohon perindang yang sangat tangguh. Pohon ini tergolong tanaman minim perawatan. Atau, dikenal dengan perawatan rendah. Setelah tumbuh dewasa, Tabebuya tidak memerlukan penyiraman yang terlalu sering. Ini karena pohon ini tahan terhadap cuaca ekstrem maupun kondisi kekeringan.

Selain itu, pohon ini relatif kebal terhadap serangan hama dan penyakit. Serta, tidak menuntut teknik pemangkasan yang rumit.

Tak sekadar menjadi pemandangan indah di tepi jalan, struktur daun Tabebuya yang rimbun di luar musim berbunga memiliki peran vital sebagai penyaring udara alami.

Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan editor daunnya dalam menyerap karbondioksida CO2 tergolong tinggi. Hal ini membuat Tabebuya sangat efektif menekan tingkat polusi, meredam debu perkotaan, serta menyaring asap kendaraan bermotor di kawasan padat lalu lintas. 

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Kota Batu Sabtu 3 Oktober: Cek Kondisi Tiga Kecamatan Sebelum Liburan

Potensi Herbal dari Habitat Asli

​Fungsi Tabebuya bukan sekadar peneduh jalan dan estetika lanskap. Dalam dunia pengobatan herbal dan etnoboatani, beberapa spesies dari keluarga tanaman ini memiliki riwayat pemanfaatan yang cukup panjang. Terutama jenis Tabebuya asal Amerika Selatan yang populer dengan nama Pau d'Arco atau Taheebo.

​Berbagai bagian dari pohon ini, mengandung senyawa aktif yang kaya manfaat. Mulai dari kulit kayu bagian dalam (kulit bagian dalam), bunga, hingga akarnya.

Salah satu kandungan utamanya adalah kelompok senyawa naphthoquinone (seperti lapachol dan beta-lapachone). Senyawa bioaktif ini diteliti memiliki sifat antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan.

​Secara tradisional di kawasan Amerika Latin, olahan teh atau rebusan herbal dari kulit kayu Tabebuya kerap digunakan untuk:

  • ​Meredakan Demam dan Peradangan: Digunakan sebagai ramuan penurun panas alami.
  • ​Membantu Penanganan Anemia: Dipercaya secara turun-temurun membantu proses pembentukan sel darah merah.
  • ​Mengatasi Infeksi Kulit: Ekstraknya dimanfaatkan sebagai agen antibakteri dan antijamur ringan untuk merawat masalah kulit.

Potensi Toksisitas 

​Meski menyimpan potensi farmakologis yang menjanjikan, para ahli kesehatan dan peneliti mengingatkan masyarakat untuk tidak mengolah atau mengonsumsi bagian pohon Tabebuya secara sembarangan.

​Pohon ini mengandung senyawa alkaloid alami dan zat aktif berdosik tinggi yang dapat memicu efek samping jika dosis dan metode pengolahannya tidak tepat. Konsumsi tanpa takaran medis yang jelas berisiko menyebabkan gangguan pencernaan, mual, pusing. Hingga, tingkat toksisitas ringan hingga sedang. Oleh karena itu, pemanfaatan tanaman ini untuk tujuan kesehatan idealnya tetap menunggu hasil formulasi klinis yang aman. Atau di bawah pengawasan praktisi medis terpercaya.

  • ​Dengan segala kelebihannya—mulai dari peneduh jalan, penyaring polusi yang handal, hingga potensi medisnya— Tabebuya merupakan salah satu investasi hijau terbaik untuk tata kota modern.
Kategori :