Gus Baha Ingatkan Bahaya Bilang 'Rasulullah Bersabda' Tanpa Verifikasi (3)

Selasa 06-10-2026,05:30 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Misalnya, sebuah kalimat dianggap akan lebih mudah diterima jika diawali dengan pernyataan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda. Padahal, menurut Gus Baha, cara seperti itu justru harus dihindari apabila sumbernya belum jelas.

Sebuah nasihat tetap bisa disampaikan sebagai nasihat tanpa harus mengatasnamakannya sebagai sabda Nabi. Dengan begitu, orang tidak terjebak dalam persoalan menisbatkan sesuatu kepada Rasulullah saw yang belum terbukti kebenaran riwayatnya.

Imam Ibn Abbas dan Kehati-hatian dalam Riwayat

Dalam kajiannya, Gus Baha juga mengaitkan persoalan tersebut dengan sikap para sahabat terhadap hadis. Ia menyinggung Ibn Abbas sebagai salah satu contoh bagaimana generasi awal Islam tidak sembarangan menerima dan menyampaikan riwayat.

Bagi Gus Baha, kehati-hatian semacam itu justru lahir karena hadis memiliki kedudukan yang sangat mulia. Semakin penting sebuah sumber, semakin serius pula proses untuk memastikan kebenarannya.

Karena itu, sikap kritis terhadap sebuah riwayat bukan berarti meremehkan hadis. Sebaliknya, kehati-hatian merupakan bentuk penghormatan terhadap hadis dan Rasulullah saw.

Jangan Asal Mengatakan “Rasulullah Bersabda”

Gus Baha mengingatkan bahwa persoalan utama bukan sekadar apakah sebuah kalimat mengandung pesan moral yang baik. Yang harus diperhatikan adalah siapa yang sebenarnya mengatakan kalimat tersebut. Jika sumbernya belum diketahui, seseorang tidak perlu memaksakan atribusi kepada Rasulullah saw.

Pesan tersebut penting di tengah kebiasaan menyebarkan potongan nasihat melalui berbagai media. Kalimat yang awalnya hanya berupa petuah dapat berubah menjadi “hadis” setelah berulang kali disampaikan dan diberi label sebagai sabda Nabi.

Gus Baha mengajak umat Islam untuk membangun kebiasaan ilmiah: baik dalam menyampaikan kebaikan maupun dalam memastikan sumber ajaran yang disampaikan.

Sebab, menjaga nama Rasulullah saw dari penisbatan riwayat yang tidak jelas merupakan bagian dari tanggung jawab dalam menyampaikan ilmu agama. (bersambung)

Kategori :