MALANG, DISWAYMALANG.ID - Menyampaikan perkataan yang dinisbatkan kepada Rasulullah saw bukan perkara ringan. Karena itu, Gus Baha mengingatkan pentingnya kehati-hatian ketika seseorang mengatakan, “Rasulullah bersabda,” terutama jika tidak mengetahui dengan jelas sumber riwayatnya.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan, persoalan tersebut berkaitan dengan kehormatan hadis sebagai sumber ajaran Islam. Sebuah perkataan tidak otomatis menjadi hadis hanya karena terdengar baik, sesuai dengan ajaran agama, atau sering disampaikan di tengah masyarakat.
Wakil Rais Aam PBNU periode 2026–2031 itu menekankan bahwa menyampaikan kebaikan dan menisbatkan sebuah perkataan kepada Nabi merupakan dua persoalan yang berbeda.
Tidak Semua Perkataan Baik adalah Hadis
Menurut pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Narukan, Rembang tersebut, masyarakat perlu membedakan antara isi sebuah perkataan dan sumber perkataan tersebut.
Ada kalimat yang secara makna sangat baik dan sesuai dengan nilai Islam. Namun, hal itu belum cukup untuk menyebutnya sebagai sabda Rasulullah saw.
Persoalan menjadi lebih serius ketika seseorang menyampaikan sebuah kalimat dengan mengatakan, “Ini sabda Nabi,” padahal ia sendiri tidak mengetahui dari mana riwayat tersebut berasal.
Gus Baha mengingatkan agar umat Islam tidak mudah menggunakan nama Rasulullah saw untuk menguatkan sebuah nasihat. Sebab, semakin tinggi kedudukan seseorang yang dijadikan sumber perkataan, semakin besar pula tanggung jawab ketika perkataan tersebut disandarkan kepadanya.
Mengapa Hadis Harus Diperiksa?
Santri kesayangan KH Maimoen Zubair itu menjelaskan bahwa tradisi keilmuan Islam memiliki mekanisme untuk memeriksa riwayat.
Para ulama tidak sekadar melihat apakah isi sebuah hadis terdengar bagus. Mereka juga memperhatikan bagaimana hadis tersebut diriwayatkan, siapa saja yang menyampaikannya, serta bagaimana kualitas para perawi dalam jalur periwayatan.
Karena itu, keberadaan sanad menjadi bagian penting dalam menjaga ketelitian hadis.
Dalam konteks inilah, Gus Baha mengajak masyarakat memahami bahwa ilmu hadis memiliki disiplin tersendiri. Seseorang tidak cukup hanya bermodal niat baik untuk memastikan sebuah riwayat benar-benar berasal dari Rasulullah saw.
Nama Nabi Bukan Penguat Sembarangan
Gus Baha juga menyoroti kebiasaan sebagian orang yang menggunakan nama Rasulullah saw untuk memperkuat sebuah nasihat.