FIFA mencatat tiga gol Indonesia lahir pada penghujung pertandingan, termasuk dua gol yang tercipta pada masa tambahan waktu.
Dengan hasil tersebut, Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin dan selisih gol +9. Indonesia berada di posisi pertama karena mencetak lebih banyak gol.
Mitchell Baker Jadi Bintang di SUGBK
Baker menjadi pemain paling menonjol dalam pertandingan tersebut.
Lima golnya tercipta pada menit 11, 20, 37, 42 dan 90+7. Catatan FIFA mengonfirmasi penyerang muda tersebut sebagai pencetak lima gol dalam kemenangan 9-2 Indonesia.
Selain Baker, Indonesia mencetak gol melalui Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery dan Kevin Diks.
Bagi Baker, gol kelima terasa sangat penting karena lahir ketika Indonesia membutuhkan tambahan produktivitas untuk melewati Malaysia.
Momen Emosional John Herdman
Keberhasilan lolos ke final juga menghadirkan suasana emosional bagi Herdman.
Para pemain Indonesia merayakan kemenangan bersama pelatih mereka setelah perjuangan panjang sepanjang fase grup. Herdman sebelumnya juga mendapatkan dukungan dari keluarga yang turut berada di Indonesia sejak awal masa tugasnya bersama Timnas.
Claire Herdman diketahui merupakan istri John Herdman. Ia bersama keluarga mendampingi Herdman ketika sang pelatih mulai menjalankan tugasnya di Indonesia.
Atmosfer emosional tersebut semakin kuat karena Indonesia baru memastikan tiket final melalui dua gol pada menit-menit terakhir.
Herdman sendiri mengapresiasi peran suporter. Menurutnya, dukungan penonton di SUGBK membantu pemain melewati tekanan, terutama ketika pertandingan memasuki 20 menit terakhir.
Soal “Dark Arts”, Ini Konteks Sebenarnya
Naskah sumber mengaitkan kelolosan Indonesia dengan dugaan “main mata” Malaysia dan Singapura. Klaim tersebut sebaiknya tidak digunakan tanpa bukti.
Malaysia memang mengalahkan Singapura 6-0 dan hasil itu membuat persaingan dengan Indonesia berlangsung sampai detik-detik terakhir. Namun, FIFA dan AFF tidak mencatat adanya dugaan pengaturan pertandingan dalam laga tersebut.