Gus Baha Jadi Wakil Rais Aam PBNU 2026–2031, Ini Daftar Pengurus Terbarunya

Kamis 01-10-2026,09:22 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Setelah susunan pengurus diumumkan, masa khidmah kepengurusan PBNU 2026–2031 mulai berjalan pada Kamis 1 Oktober 2026.

Untuk pelantikan, PBNU menargetkan pelaksanaannya berdekatan dengan peringatan Hari Santri 2026 di Jakarta. Waktu dan teknis pelantikan masih menunggu penetapan lebih lanjut.

Struktur PBNU 2026–2031

Secara garis besar, kepengurusan PBNU periode 2026–2031 terdiri atas empat unsur utama.

Mustasyar berfungsi sebagai unsur penasihat organisasi.

Syuriyah dipimpin Rais Aam KH Miftachul Akhyar, dengan lima Wakil Rais Aam, termasuk Gus Baha.

A’wan berisi para ulama dan tokoh yang menjadi bagian dari struktur Syuriyah.

Tanfidziyah dipimpin Ketua Umum KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, bersama jajaran Wakil Ketua Umum, Ketua, Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum.

Dengan demikian, Gus Baha bukan Ketua Umum PBNU, melainkan salah satu Wakil Rais Aam dalam jajaran Syuriyah. Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 adalah KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, sedangkan Rais Aam adalah KH Miftachul Akhyar.

PBNU Mulai Masa Khidmah Baru

Pengumuman susunan pengurus menandai berakhirnya proses penyusunan kepengurusan setelah Muktamar Ke-35 NU. Kepengurusan baru tersebut akan menjalankan mandat organisasi selama lima tahun hingga 30 September 2031.

Dengan komposisi itu, PBNU periode 2026–2031 dipimpin KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum. Gus Baha menjadi salah satu Wakil Rais Aam dalam jajaran Syuriyah.

Kategori :