Jumlah tersebut bertambah dibandingkan periode 2021–2026 yang tercatat sebanyak 189 pengurus. Ketua Umum PBNU Gus Kikin menjelaskan penambahan tersebut berkaitan dengan upaya pemerataan keterwakilan, termasuk dari sisi generasi dan unsur organisasi NU.
Tim formatur yang menyusun kepengurusan terdiri atas sembilan orang. Komposisinya mencakup Rais Aam, Ketua Umum, perwakilan tuan rumah serta perwakilan wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan timur.
Penyusunan kepengurusan dilakukan sekitar satu bulan setelah Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Tokoh Nasional Masuk Mustasyar PBNU
Jajaran Mustasyar atau penasihat PBNU juga diisi sejumlah tokoh nasional.
Di antaranya KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, Prof Dr KH Ma’ruf Amin, H M Jusuf Kalla, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Nyai Hj Shinta Nuriyah A Wahid, KH Irfan Yusuf dan Prof Dr Moh Mahfud MD.
Nama-nama tersebut masuk unsur Mustasyar bersama sejumlah ulama dan tokoh senior NU lainnya. Total terdapat 33 Mustasyar dalam struktur PBNU masa khidmah 2026–2031.
Tokoh Penting di Jajaran Syuriyah
Selain Rais Aam dan para Wakil Rais Aam, jajaran Syuriyah PBNU juga diisi sejumlah ulama dan tokoh NU.
Di antaranya Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA, KH Muhammad Cholil Nafis Lc MA PhD, Dr KH Zulfa Mustofa, Prof Dr HM Asrorun Ni’am Sholeh MA, KH Abdurrahman Al-Kautsar dan Prof H Nadirsyah Hosen PhD.
Sementara itu, posisi Katib Aam PBNU dipercayakan kepada Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA.
Ada Keterwakilan Penyandang Disabilitas
Kepengurusan PBNU periode 2026–2031 juga mencatat keterwakilan penyandang disabilitas.
Gufroni Sakaril dipercaya menjadi salah satu Ketua PBNU, sedangkan Bahrul Fuad atau Cak Fu masuk jajaran Wakil Sekretaris Jenderal.
Keterwakilan tersebut menjadi bagian dari komposisi baru PBNU yang mencakup lebih banyak unsur masyarakat.
Pelantikan Pengurus PBNU 2026–2031