UM dan Disdik Jatim Siapkan 3 Program Pendidikan, Ada UM Mengajar hingga Riset dan Inovasi

Jumat 25-09-2026,08:21 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Mohammad Khakim

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID—Universitas Negeri Malang (UM) dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyiapkan tiga fokus kerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur. Program tersebut mencakup Universitas Negeri Malang Mengajar, penguatan tata kelola pendidikan, serta riset dan inovasi.

Ketiga program tersebut menjadi bagian dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani UM bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Graha Rektorat UM, Kamis (24/9/2026).

Kerja sama itu kemudian dibahas bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang dalam Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pimpinan sekolah SMA dan SMK negeri maupun swasta di Malang Raya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr Aries Agung Paewai mengatakan, kerja sama dengan UM harus diterjemahkan menjadi program yang dapat dirasakan langsung oleh satuan pendidikan.

BACA JUGA:Kopi Amstirdam Malang Didorong Naik Kelas, Empat Kecamatan Siap Bidik Pasar Global

“Dengan adanya PKS ini, kami berharap bukan seremonial belaka,” ujar Aries.

Salah satu program yang disiapkan adalah UM Mengajar. Melalui program tersebut, akademisi UM akan berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran, termasuk membantu guru menyusun metode pengajaran yang lebih sesuai dengan karakter peserta didik dan perkembangan teknologi.

Kerja sama juga diarahkan pada penguatan tata kelola sekolah. Cakupannya antara lain administrasi pendidikan, pengelolaan sekolah, serta peningkatan kapasitas kepala sekolah dan tenaga kependidikan.

Sementara pada bidang riset dan inovasi, Disdik Jatim mendorong guru dan kepala sekolah menghasilkan inovasi berdasarkan persoalan nyata yang dihadapi sekolah.

BACA JUGA:Bulutangkis Asian Games 2026 Hari Ini: Fajar/Fikri dan Leo/Daniel Tampil, Cek Link Streaming

Aries juga menekankan agar pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tidak sebatas digunakan untuk menghasilkan konten.

Menurutnya, AI perlu dimanfaatkan secara kritis sebagai bagian dari proses inovasi pendidikan yang dapat diukur dan menjawab kebutuhan pembelajaran.

Wakil Rektor I UM Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal mengatakan UM siap menjadikan kerja sama tersebut sebagai program bersama untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Selain program yang menyasar sekolah, UM juga memperkenalkan pengembangan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang dapat menjadi salah satu alternatif bagi guru untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan tanpa harus meninggalkan tugas mengajar.

Kolaborasi tersebut melibatkan unsur perguruan tinggi, cabang dinas pendidikan, serta satuan pendidikan SMA dan SMK di Malang Raya. Implementasinya diarahkan untuk memperkuat kompetensi guru, tata kelola sekolah, dan inovasi pembelajaran.

Kategori :