Perpustakaan perguruan tinggi di Malang Raya memiliki karakter layanan yang berbeda dengan perpustakaan umum. Penggunanya didominasi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, peneliti, dan masyarakat akademik.
Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mencatat 118.615 kunjungan pada 2025. Sebelumnya, jumlah kunjungan tercatat 126.304 pada 2024, 136.849 pada 2023, dan 78.164 pada 2022.
Perpustakaan Universitas Negeri Malang juga memiliki aktivitas kunjungan yang tinggi. Berdasarkan data yang tersedia untuk periode sebelumnya, perpustakaan UM mencatat 86.945 kunjungan pada 2022. Data tersebut merupakan statistik lama dan tidak dapat digunakan sebagai angka kunjungan terbaru untuk 2025 atau 2026.
Sementara itu, data jumlah kunjungan terbaru UPT Perpustakaan Universitas Brawijaya belum ditemukan dalam publikasi statistik terbuka di laman resminya. Situs resmi UPT Perpustakaan UB memuat informasi layanan, kegiatan, dan pengembangan perpustakaan. Namun, belum terlihat tabel statistik tahunan yang mencantumkan jumlah kunjungan pada 2025 atau 2026.
Perpustakaan di Era Digital
Perkembangan teknologi membuat layanan perpustakaan tidak lagi bergantung pada kunjungan fisik. Masyarakat kini dapat mengakses katalog, koleksi digital, informasi buku, serta sejumlah layanan literasi melalui internet.
Meski demikian, perpustakaan fisik tetap memiliki peran penting. Ruang baca, koleksi cetak, layanan konsultasi, diskusi, dan pendampingan literasi masih dibutuhkan oleh masyarakat.
Hari Kunjung Perpustakaan menjadi momentum untuk mendorong masyarakat kembali memanfaatkan perpustakaan, baik secara langsung maupun melalui layanan digital. Kebiasaan berkunjung ke perpustakaan diharapkan dapat memperkuat budaya membaca dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi.