MALANG, DISWAYMALANG.ID–Hari Kunjung Perpustakaan diperingati setiap 14 September. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya perpustakaan sebagai pusat pengetahuan, ruang belajar, sekaligus sarana meningkatkan budaya membaca masyarakat.
Di Malang Raya, aktivitas perpustakaan tidak hanya berlangsung di perpustakaan umum milik pemerintah daerah, tetapi juga di lingkungan perguruan tinggi. Data kunjungan menunjukkan bahwa perpustakaan tetap menjadi salah satu fasilitas penting bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum.
Berdasarkan data Satu Data Kota Malang, jumlah kunjungan ke perpustakaan umum daerah pada 2025 mencapai 294.321 kunjungan. Angka tersebut meningkat dibandingkan 155.473 kunjungan pada 2024.
Perlu dipahami, angka tersebut merupakan jumlah kunjungan, bukan jumlah orang. Satu orang dapat tercatat melakukan kunjungan lebih dari sekali dalam satu tahun.
Sementara itu, Perpustakaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mencatat 118.615 kunjungan sepanjang 2025. Data ini menunjukkan tingginya aktivitas perpustakaan di lingkungan kampus, meskipun jumlah kunjungan perguruan tinggi tidak dapat disamakan secara langsung dengan data perpustakaan umum daerah karena cakupan layanan dan karakter penggunanya berbeda.
Sejarah Hari Kunjung Perpustakaan
Hari Kunjung Perpustakaan mulai diperingati pada 14 September 1995. Peringatan ini dicanangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan dan menjadikan kegiatan membaca sebagai kebiasaan.
Gagasan tersebut sering dikaitkan dengan Mastini Hardjoprakoso, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pertama. Melalui peringatan ini, perpustakaan diharapkan tidak hanya dipandang sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga sebagai ruang publik untuk belajar, berdiskusi, mencari informasi, dan mengembangkan keterampilan.
Perpustakaan Kota Malang
Perpustakaan umum daerah Kota Malang mengembangkan layanan untuk menjangkau masyarakat melalui berbagai kanal. Selain layanan kunjungan langsung, tersedia pula layanan perpustakaan keliling, layanan digital, akses katalog, layanan bagi penyandang disabilitas, serta fasilitas literasi di sejumlah ruang publik.
Data layanan perpustakaan Kota Malang mencatat total 217.798 pengunjung pada 2024 apabila seluruh kanal layanan yang dihitung dalam laporan tersebut digabungkan. Angka ini berbeda dengan indikator Satu Data Kota Malang yang mencatat 155.473 kunjungan pada tahun yang sama.
Perbedaan tersebut kemungkinan berkaitan dengan cakupan indikator dan metode pencatatan. Karena itu, kedua angka tidak dapat diperlakukan sebagai data yang identik.
Perpustakaan Kabupaten Malang
Aktivitas perpustakaan di Kabupaten Malang juga mencakup layanan bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Berdasarkan salah satu tabel statistik kunjungan 2024, jumlah kunjungan yang tercatat berdasarkan jenis kelamin mencapai sekitar 10.715 kunjungan.
Namun, terdapat perbedaan angka apabila pengunjung dihitung berdasarkan kategori pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa data kunjungan perlu dibaca sesuai indikator yang digunakan dalam masing-masing tabel.
Perpustakaan Kabupaten Malang juga berperan dalam mendukung kegiatan literasi, kunjungan pelajar, serta pengembangan kebiasaan membaca di wilayah yang memiliki cakupan geografis luas.
Perpustakaan Kota Batu
Di Kota Batu, perpustakaan daerah mencatat sekitar 51.000 kunjungan pada 2024 dan sekitar 50.000 kunjungan pada 2025.
Kunjungan tersebut berasal dari masyarakat umum, pelajar, komunitas, dan kelompok yang memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar. Perubahan jumlah kunjungan antara 2024 dan 2025 menunjukkan perlunya penguatan program layanan, promosi perpustakaan, serta kegiatan yang mampu menarik lebih banyak rombongan sekolah dan komunitas.