PARIS, DISWAYMALANG.ID-- Paris Saint-Germain memasuki Liga Champions 2026/2027 dengan peluang menorehkan catatan yang sangat langka. Setelah mengangkat trofi Eropa dua musim beruntun, PSG kini hanya membutuhkan satu gelar lagi untuk mencatat hat-trick.
Misi tersebut dimulai di Parc des Princes pada Rabu 9 September 2026. PSG menjamu Slovan Bratislava pada pertandingan pertama fase liga. Laga ini menjadi pembuka perjalanan panjang menuju ambisi mempertahankan mahkota Eropa untuk kali ketiga secara berturut-turut.
Jika kembali menjadi juara, PSG akan menyamai pencapaian Real Madrid pada era Liga Champions sekaligus masuk dalam kelompok klub yang pernah mendominasi kompetisi Eropa selama tiga musim berturut-turut. Namun, tantangannya tidak ringan karena format fase liga membuat perjalanan menuju final tetap panjang.
PSG Sudah Dua Kali Juara Beruntun
PSG pertama kali menjadi juara Liga Champions pada musim 2024/2025. Kala itu, Les Parisiens menghancurkan Inter Milan 5-0 pada final.
Musim berikutnya, PSG kembali mencapai partai puncak. Mereka menghadapi Arsenal di Budapest pada 30 Mei 2026.
Pertandingan berakhir 1-1 setelah waktu normal dan perpanjangan waktu. PSG kemudian menang 4-3 dalam adu penalti untuk mempertahankan gelar.
Catatan tersebut membuat PSG menjadi klub kedua pada era Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar setelah Real Madrid.
Kini, PSG berpeluang melangkah lebih jauh. Jika menjadi juara 2026/2027, mereka akan mencatat tiga gelar berturut-turut.
Rekor Real Madrid, Ajax dan Bayern Jadi Acuan
Real Madrid merupakan klub terakhir yang meraih tiga gelar beruntun pada era Liga Champions. Los Blancos melakukannya pada 2016, 2017 dan 2018 ketika masih dilatih Zinedine Zidane.
Namun, dominasi tiga musim berturut-turut bukan hanya milik Real Madrid. Ajax Amsterdam melakukannya pada 1971, 1972 dan 1973. Bayern Munchen kemudian mengikuti jejak tersebut dengan menjadi juara pada 1974, 1975 dan 1976.
Bahkan, Real Madrid memiliki rekor lebih panjang pada era European Cup. Mereka menjuarai lima edisi pertama secara berturut-turut pada 1956 hingga 1960.
Karena itu, perjalanan PSG musim ini memiliki nilai sejarah yang besar. Mereka berusaha masuk ke jajaran klub yang mampu mempertahankan supremasi Eropa dalam tiga musim berturut-turut.
Jalan PSG Tidak Mudah
PSG harus kembali menjalani delapan pertandingan pada fase liga. Setelah menjamu Slovan Bratislava, mereka bertandang ke markas Manchester City pada 14 Oktober.
Enam hari kemudian, Barcelona datang ke Parc des Princes. Setelah itu, PSG masih harus menghadapi Villarreal, Roma, Aston Villa, Como dan Galatasaray.
Beban pertandingan menjadi persoalan tersendiri. Pada dua musim terakhir, PSG masing-masing memainkan 17 pertandingan dalam perjalanan menuju final Liga Champions.
Pada musim 2025/2026 saja, PSG mencatat 17 pertandingan dengan 10 kemenangan, lima hasil imbang dan dua kekalahan. Mereka mencetak 45 gol sepanjang kompetisi.