UM Ajak Mahasiswa Belajar Moderasi Beragama Langsung di Desa Wirotaman

Rabu 09-09-2026,13:34 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Mohammad Khakim

BACA JUGA:ISCHR 2026 FH UB Berakhir, Masa Depan Ruang Sipil Jadi Sorotan Mahasiswa Internasional

Dalam sambutannya, Slamet menekankan pentingnya keterlibatan tokoh dan pendamping dari berbagai agama dalam kehidupan masyarakat. Kehadiran unsur Islam, Buddha, Kristen, Hindu, serta tokoh agama setempat disebut menjadi gambaran keberagaman yang hidup di Desa Wirotaman.

Keberadaan berbagai unsur agama tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami keberagaman sebagai realitas yang hadir dalam kehidupan sosial masyarakat.

Pemerintah Desa Wirotaman menyambut kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam memperkuat pemahaman mengenai kehidupan lintas agama.

Perkuat Kolaborasi Kampus dan Masyarakat

Kegiatan Pemantapan Wawasan dan Perilaku Moderasi Beragama Mahasiswa tersebut menjadi salah satu langkah untuk membangun hubungan antara dunia akademik dengan masyarakat.

Melalui interaksi langsung dengan warga dan tokoh lintas agama, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami moderasi beragama sebagai konsep akademik, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sosial.

LPA UM memandang pengalaman masyarakat dalam menjaga kerukunan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi sivitas akademika, terutama dalam memahami bagaimana keberagaman dapat dikelola melalui sikap saling menghormati dan hidup berdampingan.

Kegiatan di Desa Wirotaman tersebut diharapkan memperkuat wawasan mahasiswa mengenai pentingnya moderasi beragama, sekaligus membangun kesadaran bahwa kerukunan tidak hanya dibentuk melalui pemahaman teori, tetapi juga melalui praktik dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. 

Kategori :