MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Sulit fokus, sering mengulang suatu tindakan, atau merasa harus melakukan sesuatu dengan cara tertentu tidak selalu menunjukkan kondisi yang sama. Gejala yang tampak mirip dapat muncul pada OCD dan ADHD, tetapi latar belakang dan pola gangguannya berbeda.
Perbedaan tersebut penting dipahami karena OCD berkaitan dengan obsesi dan kompulsi yang berulang, sedangkan ADHD ditandai pola menetap berupa kesulitan perhatian dan/atau hiperaktif-impulsif yang mengganggu fungsi sehari-hari. Keduanya juga membutuhkan proses evaluasi yang berbeda.
Kesamaan pada beberapa perilaku terkadang membuat seseorang menyimpulkan diagnosis sendiri. Padahal, lupa, sulit berkonsentrasi, berantakan, atau melakukan sesuatu berulang kali belum cukup untuk memastikan seseorang mengalami OCD atau ADHD. Diagnosis perlu dilakukan tenaga profesional dengan melihat riwayat, durasi gejala, tingkat gangguan fungsi, serta kemungkinan kondisi lain.
Apa Itu OCD?
Obsessive-Compulsive Disorder atau OCD merupakan kondisi kesehatan mental yang ditandai obsesi, kompulsi, atau keduanya.
Obsesi berupa pikiran, dorongan, atau gambaran mental yang berulang, mengganggu, dan tidak diinginkan. Kondisi tersebut sering menimbulkan kecemasan, rasa takut, jijik, keraguan atau tekanan psikologis.
Kompulsi merupakan tindakan atau ritual yang dilakukan berulang kali sebagai respons terhadap obsesi. Tujuannya sering kali untuk mengurangi tekanan atau mencegah sesuatu yang dianggap buruk terjadi.
Contohnya adalah seseorang yang terus-menerus takut terkontaminasi kuman sehingga mencuci tangan berulang kali. Bentuk lainnya dapat berupa memeriksa pintu berkali-kali, menghitung secara kompulsif, mengatur benda dengan pola tertentu, atau melakukan ritual mental.
Yang membedakan OCD dari kebiasaan biasa adalah gejalanya sulit dikendalikan, menyita waktu atau menimbulkan tekanan yang bermakna hingga mengganggu kehidupan sehari-hari.
Dalam klasifikasi DSM-5, OCD juga tidak lagi ditempatkan sebagai bagian dari kelompok gangguan kecemasan. OCD masuk kategori Obsessive-Compulsive and Related Disorders. Meski demikian, kecemasan dapat menjadi bagian penting dari pengalaman seseorang dengan OCD.
Apa Itu ADHD?
Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder atau ADHD merupakan gangguan perkembangan yang ditandai pola menetap berupa kurang perhatian, hiperaktivitas-impulsivitas, atau kombinasi keduanya.
Pada orang dengan ADHD, masalah dapat muncul dalam kemampuan mempertahankan perhatian, mengorganisasi pekerjaan, mengikuti instruksi, menyelesaikan tugas, mengingat aktivitas sehari-hari atau mengendalikan impuls.
Pada orang dewasa, gejalanya dapat terlihat sebagai kesulitan mengatur waktu, sering menunda pekerjaan, mudah terdistraksi, kehilangan barang, kesulitan menyelesaikan proyek panjang, hingga merasa gelisah.
Istilah time blindness sering digunakan di masyarakat untuk menggambarkan kesulitan memperkirakan atau mengelola waktu pada sebagian orang dengan ADHD. Namun, istilah tersebut bukan kriteria diagnosis tersendiri.
Begitu pula anggapan bahwa semua perilaku ADHD semata-mata disebabkan “pencarian dopamin” terlalu sederhana. ADHD melibatkan proses perkembangan dan fungsi otak yang kompleks. Karena itu, penjelasan mengenai neurotransmiter tidak cukup untuk menentukan diagnosis seseorang.
OCD dan ADHD, Apa Bedanya?
1. Dorongan di balik perilaku
Pada OCD, perilaku kompulsif biasanya berkaitan dengan obsesi. Seseorang dapat melakukan ritual tertentu untuk mengurangi tekanan atau kecemasan yang muncul dari pikiran obsesif.