Hari Peringatan Google 7 September, Mengintip Kebiasaan Orang Malang saat Berselancar di Google

Senin 07-09-2026,07:17 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Pencarian semacam ini termasuk pencarian dengan tujuan praktis.

Orang tidak sekadar ingin membaca informasi. Mereka membutuhkan jawaban untuk mengambil keputusan.

Mau berangkat ke Batu atau tidak? Perlu membawa jaket atau payung? Jalan mana yang bisa dilewati? Tempat wisata mana yang buka? Berapa harga tiketnya?

Semua pertanyaan tersebut bisa berujung pada pencarian Google.

Laki-Laki Sedikit Lebih Dominan

Lalu siapa yang paling banyak berada dalam profil audiens digital yang berkaitan dengan Malang?

Data estimasi audiens menunjukkan 54,6 persen laki-laki dan 45,4 persen perempuan. Dengan demikian, laki-laki sedikit lebih dominan.

Namun, angka tersebut bukan sensus pengguna Google di Malang.

Data tersebut merupakan estimasi audiens digital yang digunakan untuk membaca karakter orang yang memiliki aktivitas atau ketertarikan digital berkaitan dengan Malang.

Usia 20–29 Tahun Paling Besar

Dari kelompok usia, audiens muda terlihat paling menonjol.

Kelompok 20–29 tahun mencapai 36 persen, sedangkan usia 16–19 tahun mencapai 29 persen.

Berikutnya usia 30–39 tahun sebesar 18 persen, usia 40–49 tahun 10 persen dan usia 50 tahun ke atas sekitar 7 persen.

Dengan demikian, kelompok usia 16–29 tahun mencapai sekitar 65 persen dalam profil audiens tersebut.

Rata-rata usia audiens berada di sekitar 32 tahun.

Google Bukan Lagi Sekadar Mesin Pencari

Kebiasaan tersebut menunjukkan bagaimana Google telah berubah dari sekadar mesin pencari menjadi alat bantu aktivitas sehari-hari.

Orang mencari tempat makan sebelum makan. Mencari wisata sebelum berangkat. Mengecek cuaca sebelum bepergian. Mencari berita ketika terjadi peristiwa penting.

Di Malang, pola itu menjadi semakin menarik karena kota ini memiliki kombinasi aktivitas pendidikan, pariwisata, perdagangan, kuliner dan kehidupan masyarakat yang sangat dinamis.

Kategori :