Kota yang berada di kawasan pegunungan dan memiliki suhu lebih sejuk tidak otomatis mempunyai konsentrasi polutan lebih rendah. Kualitas udara dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk emisi kendaraan, aktivitas manusia, debu, pembakaran terbuka, kondisi atmosfer, serta pergerakan angin.
Di kawasan wisata, mobilitas kendaraan juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, terutama ketika aktivitas masyarakat dan kunjungan wisata meningkat.
Hari Udara Bersih Internasional menjadi momentum untuk melihat persoalan tersebut secara lebih serius. Menjaga udara tidak cukup dengan mempertahankan ruang terbuka hijau, tetapi juga perlu disertai pengendalian emisi dan pengurangan sumber polusi.
Catatan data: Angka AQI dan PM2.5 dalam artikel ini mengacu pada pemantauan IQAir pada waktu yang disebutkan. Nilai dapat berubah setiap jam. AQI IQAir juga tidak identik dengan ISPU resmi pemerintah Indonesia.