Macan Tutul TNBTS dan Mendolo Ternyata Satu Jenis, Ada Macan Kumbang di Balik Hutan Bromo

Kamis 03-09-2026,14:12 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Kemunculan dua macan tutul Jawa di Hutan Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kembali mengingatkan bahwa predator puncak Pulau Jawa masih bertahan di sejumlah kawasan hutan.

Fenomena serupa juga terjadi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kawasan konservasi di Jawa Timur itu menjadi salah satu habitat macan tutul Jawa atau Panthera pardus melas.

Lantas, apakah macan tutul di TNBTS sama dengan yang terekam di Mendolo? Berapa jumlahnya? Apakah benar ada macan kumbang di kawasan Bromo-Semeru?

Sama-sama Macan Tutul Jawa

Jawabannya, ya, secara taksonomi macan tutul di TNBTS dan Mendolo merupakan jenis yang sama, yakni macan tutul Jawa (Panthera pardus melas).

Rekaman kamera jebak di Hutan Mendolo pada sekitar Agustus 2026 memperlihatkan dua individu dengan penampilan berbeda. Satu berwarna hitam pekat atau melanistik yang dikenal masyarakat sebagai macan kumbang. Satu lainnya memiliki pola totol atau rosette.

BACA JUGA:Dua Macan Tutul Jawa Terekam Bersamaan di Hutan Mendolo Pekalongan, Ada Macan Kumbang

Perbedaan warna tersebut bukan berarti keduanya merupakan spesies berbeda. Macan kumbang merupakan morf melanistik macan tutul Jawa. Kondisi melanisme membuat bulu tampak sangat gelap akibat peningkatan pigmentasi. Dalam kondisi pencahayaan tertentu, pola totolnya tetap dapat terlihat.

Dengan demikian, macan tutul bertotol dan macan kumbang yang ditemukan di Mendolo masih berada dalam satu spesies.

Sedikitnya 8 Macan Tutul Teridentifikasi di TNBTS

Data terbaru mengenai macan tutul TNBTS berasal dari program Java-Wide Leopard Survey (JWLS).

Survei tahap pertama hingga pertengahan 2025 berhasil mengidentifikasi sedikitnya delapan individu macan tutul Jawa di kawasan TNBTS. Komposisinya terdiri atas satu jantan, enam betina dan satu anakan.

Namun, angka delapan tersebut bukan berarti seluruh populasi macan tutul di TNBTS hanya delapan ekor.

Survei tahap kedua masih dilakukan pada 2026 untuk mendapatkan gambaran populasi yang lebih menyeluruh. Karena itu, jumlah populasi keseluruhan belum seharusnya disebut sebagai angka final.

Sebelumnya, hasil pemantauan kamera jebak TNBTS pernah menghasilkan perkiraan kasar sekitar 24 individu. Kepala Balai Besar TNBTS ketika itu menegaskan angka tersebut belum akurat secara ilmiah dan masih membutuhkan survei serta verifikasi.

BACA JUGA:Macan Kumbang Jawa Masih Mengintai di Hutan Jawa, Ini Wilayah yang Jadi Habitatnya

Ada Macan Kumbang di TNBTS?

Ada.

Morf melanistik atau macan kumbang telah beberapa kali terekam kamera jebak di kawasan TNBTS. Bahkan, dalam hasil pemantauan yang disampaikan pada awal 2025, lanskap TNBTS disebut didominasi macan tutul melanistik. Saat itu muncul estimasi kasar 24 individu, tetapi angka tersebut belum dapat dianggap sebagai hasil penghitungan populasi ilmiah.

Kategori :