Hewan Punah yang Punya Rekaman Terakhir, dari Dodo hingga Harimau Jawa

Rabu 02-09-2026,17:10 WIB
Reporter : Andika Putra
Editor : Andika Putra

Perburuan serta penyempitan habitat membuat singa ini akhirnya menghilang dari alam liar pada awal abad ke-20.

Kepunahan akibat Perburuan dan Perubahan Habitat

Macan tutul Zanzibar juga menghadapi nasib tragis. Satwa yang pernah hidup di Pulau Zanzibar tersebut diburu karena sebagian masyarakat mempercayainya berkaitan dengan praktik sihir. Pada 1960 hingga 1970-an, kampanye pembasmian dilakukan secara terbuka.

Sejak 1990-an, tidak ada bukti kuat keberadaan macan tutul Zanzibar di alam liar. Satwa tersebut kini dianggap kemungkinan besar telah punah.

Dari Asia, ada Baiji atau lumba-lumba air tawar yang dahulu hidup di Sungai Yangtze, Tiongkok. Kehidupan satwa tersebut terganggu oleh aktivitas industri, lalu lintas kapal, jaring nelayan, dan pencemaran sungai.

Ekspedisi besar pada 2006 dilakukan untuk mencarinya. Namun tidak satu pun Baiji ditemukan.

Sejak saat itu, keberadaannya di alam liar dianggap tidak lagi dapat ditemukan dan kemungkinan besar telah punah.

Kisah yang tak kalah menyayat datang dari burung Kauai di Hawaii. Burung berwarna hitam mengilap dengan aksen kuning tersebut hidup berpasangan dan menggunakan suara untuk memanggil pasangannya.

Hilangnya hutan dan penyakit yang disebarkan nyamuk membuat populasinya merosot. Pada 1987, ilmuwan merekam suara terakhir seekor jantan yang terus memanggil pasangannya. Tidak pernah ada jawaban.

Harimau Tasmania menjadi salah satu hewan punah yang memiliki rekaman terakhir paling terkenal.

Satwa yang menyerupai perpaduan anjing dan harimau itu pernah hidup di Australia dan Tasmania sebagai predator puncak.

Karena dianggap mengancam ternak, harimau Tasmania diburu besar-besaran. Individu terakhir mati di kebun binatang Hobart pada 1936.

Rekaman hitam putih yang memperlihatkan satwa tersebut berjalan di dalam kandang kemudian menjadi salah satu jejak terakhir keberadaannya.

Burung dodo juga menjadi simbol kepunahan. Satwa endemik Mauritius itu tidak memiliki predator alami sehingga tidak takut terhadap manusia.

Kedatangan manusia membawa perburuan sekaligus hewan seperti tikus, babi, dan anjing yang merusak sarang serta memakan telurnya.

Sekitar 1681, dodo diperkirakan telah menghilang sepenuhnya.

Sementara itu, kisah Harimau Jawa masih menyisakan tanda tanya. Satwa yang dahulu menghuni hutan Pulau Jawa tersebut mengalami tekanan akibat penyempitan hutan, pembukaan lahan, konflik dengan manusia, dan perburuan.

Kategori :