MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Kawasan Bromo-Tengger-Semeru kembali menghadirkan suhu rendah pada Rabu, 2 September 2026. Suhu udara di kawasan pegunungan tersebut diprakirakan dapat turun hingga 9 derajat Celsius.
Kondisi tersebut membuat kawasan wisata Bromo, Tengger, dan Semeru tetap membutuhkan perhatian wisatawan, terutama pada pagi hingga dini hari. Suhu rendah juga dapat disertai udara kabur dan jarak pandang yang berkurang di sejumlah titik pegunungan.
Di sisi lain, cuaca Bromo-Tengger-Semeru bukan satu-satunya kondisi yang perlu diperhatikan. Perairan Malang Selatan juga menghadapi potensi gelombang cukup tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 meter.
Suhu Bromo-Tengger-Semeru Turun 9 Derajat
Suhu rendah menjadi salah satu kondisi yang perlu diantisipasi wisatawan yang menuju kawasan Bromo-Tengger-Semeru. Terutama mereka yang melakukan perjalanan sebelum matahari terbit.
Selain suhu sekitar 9°C, kondisi udara di kawasan pegunungan dapat berubah cepat. Kabut atau udara kabur berpotensi mengurangi jarak pandang di jalur menuju kawasan wisata.
Wisatawan disarankan menyiapkan pakaian hangat dan perlengkapan yang sesuai. Pengendara juga perlu lebih berhati-hati ketika melintasi jalur pegunungan pada malam hingga pagi hari.
Kondisi pegunungan di sekitar Poncokusumo juga perlu menjadi perhatian. Wilayah ini merupakan salah satu akses dari sisi Kabupaten Malang menuju kawasan pegunungan Tengger.
Ombak Malang Selatan Capai 2,5 Meter
Perubahan kondisi juga terjadi di wilayah perairan selatan Kabupaten Malang. Prakiraan maritim menunjukkan gelombang di Perairan Malang dapat mencapai 2,5 meter.
Angin di perairan tersebut bertiup dari sektor timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 14–16 knot. Hembusannya dapat mencapai sekitar 29 knot pada periode tertentu.
Kondisi tersebut perlu diperhatikan nelayan, kapal kecil, maupun masyarakat yang melakukan aktivitas di laut. Gelombang 2,5 meter masuk batas atas kategori gelombang sedang dan pada kondisi tertentu sudah berada di ambang kategori tinggi.
Wilayah pesisir Malang Selatan yang perlu mendapat perhatian antara lain Bantur, Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, dan Gedangan.
Waspada Angin Kencang di Jawa Timur
Selain suhu rendah di kawasan pegunungan dan gelombang laut, kewaspadaan terhadap angin kencang juga tetap diperlukan.
Pada awal September, pola cuaca di Jawa Timur masih didominasi kondisi relatif kering di banyak wilayah. Namun, angin kencang dapat muncul secara lokal, terutama di wilayah tertentu.
Masyarakat yang berada di kawasan pegunungan, pesisir, maupun pengguna jalur wisata perlu memperhatikan perubahan cuaca secara berkala.
Dengan kondisi tersebut, wisatawan yang menuju Bromo-Tengger-Semeru sebaiknya mengantisipasi suhu rendah hingga 9°C. Sementara aktivitas laut di Malang Selatan perlu mempertimbangkan potensi gelombang hingga 2,5 meter dan hembusan angin yang cukup kencang.