Coach Mangkung Bawa Kosayu ke Playoff DBL East Java-South, Bangun Standar Baru Basket Malang

Minggu 23-08-2026,19:30 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim


Coach Mangkung (paling belakang dan paling kiri) bersama tim baket dan tim dance SMA Kolese Santo Yusup Malang usai dinobatkan sebagai pemilik salah satu kursi playoff DBL East Java-South 2026, pada 23 Agustus 2026. -dbl.id--

Pengalaman Coach Mangkung di lingkungan basket profesional turut menjadi modal dalam membangun sistem tersebut.

Ia pernah mengikuti workshop bersama pelatih profesional Phil Handy. Selain itu, Mangkung juga mendapat pengalaman magang di Dewa United bersama Coach Pablo pada 2025.

Dari pengalaman tersebut, ia membawa konsep kerja berbasis sistem dan pembagian tugas ke dalam tim Kosayu.

"Saya belajar banyak dari tim pro soal kerja by system dan sesuai jobdesk. Keberadaan analisis data play by play dari Coach Dodo dan program fisik sangat membantu," jelasnya.

Menurut Mangkung, sistem tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi satu musim kompetisi. Ia ingin fondasi yang dibangun sekarang menjadi bagian dari perjalanan panjang Kosayu.

"Kita nggak cuma bersiap untuk tahun ini, tapi membangun legasi Kosayu untuk jangka panjang," ujarnya.

Berani Hadapi Persaingan Lebih Tinggi

Untuk meningkatkan mental bertanding pemain, Kosayu juga menjalani agenda sparing di luar Malang. Tim dibawa ke Surabaya untuk menghadapi tim-tim papan atas DBL East Java-North hingga Timnas Putri Indonesia U18.

Langkah tersebut dilakukan karena Mangkung menilai intensitas persaingan basket di Malang masih perlu ditingkatkan agar pemain mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Kini, Kosayu tinggal menunggu lawan berikutnya di babak playoff. Dua nama yang berpotensi menjadi lawan adalah Charis National Academy Malang atau SMAN 1 Bululawang.

Mangkung mengaku tidak gentar meski calon lawan memiliki pemain-pemain yang menjadi sorotan.

"Mau lawan Charis yang punya Saquelle atau SMAN 1 Bululawang yang punya Tristan, kami siap. Kalau mereka punya satu atau dua pemain kunci, kami punya 12 orang yang bermain kolektif," tegasnya.

Bagi Coach Mangkung, kolektivitas menjadi senjata utama Kosayu menghadapi fase playoff.

"Kolektivitas itu jauh lebih sulit ditundukkan," pungkasnya.

Dengan tiga kemenangan sempurna di fase grup dan sistem permainan yang semakin matang, Kosayu kini memasuki babak playoff bukan hanya dengan modal hasil pertandingan. Tim asal Malang tersebut juga membawa ambisi untuk membuktikan bahwa pengelolaan basket pelajar dapat berkembang dengan standar yang lebih profesional.

Kategori :