Fenomena bediding masih berpotensi terasa kuat. Embun dapat terbentuk di kawasan terbuka. Namun, embun es tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan prakiraan suhu karena pembentukannya sangat bergantung pada suhu permukaan, kelembapan dan kondisi setempat.
Di jalur Bromo dan kawasan Tengger, wisatawan sebaiknya mengenakan pakaian berlapis, sarung tangan dan penutup kepala, terutama jika berangkat sebelum matahari terbit.
Arjuno-Welirang, Banyak dan Panderman
Kawasan Arjuno-Welirang juga berpotensi mengalami suhu dingin. Arjuno dapat berada sekitar 8-19°C, sedangkan kawasan Welirang dan jalur berketinggian lebih rendah berada di kisaran sekitar 14-17°C.
Kondisi langit dapat berubah dari cerah menjadi berawan. Kabut perlu diwaspadai ketika awan turun ke jalur pendakian. Potensi hujan lokal juga tetap ada meski musim kemarau sedang berlangsung.
Sementara Gunung Banyak dan Panderman diperkirakan berada pada kisaran sekitar 12-20°C, terutama bergantung pada ketinggian dan waktu. Udara malam hingga pagi terasa dingin, dengan potensi embun dan kabut. Pendaki disarankan membawa jaket hangat, jas hujan, lampu penerangan dan perlengkapan navigasi.
Perairan Malang Selatan, Gelombang hingga 2,5 Meter
Kondisi berbeda terjadi di perairan Malang Selatan. Aktivitas nelayan, wisata bahari dan pelayaran perlu memperhatikan kondisi gelombang yang dapat mencapai sekitar 2,5 meter.
Angin di kawasan perairan selatan dapat bertiup dari sektor tenggara hingga selatan dengan kecepatan yang berubah-ubah. Kondisi tersebut dapat membuat permukaan laut lebih bergelombang dibandingkan perairan pesisir yang terlindung.
Suhu udara pesisir diperkirakan berada di kisaran 20-27°C, dengan kondisi langit cerah hingga berawan dan udara kabur pada waktu tertentu. Wisatawan yang melakukan aktivitas di pantai tetap perlu memperhatikan gelombang dan tidak berenang terlalu jauh dari garis pantai.
Waspadai Perubahan Cuaca di Pegunungan
Secara umum, Malang Raya masih didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan pada Minggu (23/8/2026). Suhu panas lebih terasa di dataran rendah, sedangkan kawasan Batu dan pegunungan tetap dingin.
Potensi hujan lokal tidak sebesar periode musim hujan, tetapi bukan berarti nihil. Pendaki perlu mewaspadai perubahan awan, kabut dan jarak pandang. Sementara pengguna laut selatan harus memperhatikan tinggi gelombang sebelum melakukan aktivitas di perairan.
Bagi wisatawan yang menuju Bromo, Arjuno-Welirang, Banyak maupun Panderman, suhu dingin, angin, kabut dan perubahan cuaca menjadi faktor utama yang perlu diperhitungkan. Persiapan perlengkapan sejak awal jauh lebih aman daripada mengandalkan kondisi cuaca saat sudah berada di jalur.