MALANG, DISWAYMALANG.ID - Pemerintah Kota Malang memperkuat program Malang Pintar dengan menggandeng Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur dan 44 perguruan tinggi swasta (PTS).
Kolaborasi tersebut diarahkan agar keberadaan perguruan tinggi tidak hanya memberi manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat Kota Malang.
Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemkot Malang, LLDIKTI Wilayah VII, dan puluhan PTS di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Rabu (19/8). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
44 PTS Siap Perkuat Malang Pintar
Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof Dyah Sawitri mengatakan keterlibatan 44 PTS menjadi bagian penting dalam memperkuat Malang Pintar.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses pendidikan.
BACA JUGA:Kuliah Sambil Cari Cuan, Ini Strategi Aman Mahasiswa Mendapatkan Kerja Sampingan
“Ini adalah bukti nyata, karya nyata, pemikiran strategis dari Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang yang mewujudkan Malang Pintar melalui PTS yang ada di Kota Malang,” ujar Dyah.
Pemkot Malang memperkuat program Malang Pintar dengan menggandeng LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur dan 44 PTS. -Halim/diswaymalang.id
Dari 44 perguruan tinggi yang telah berkomitmen menjalin kerja sama, sekitar 19 PTS hadir langsung dalam kegiatan penandatanganan.
Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada pendidikan. Perguruan tinggi juga akan dilibatkan dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Warga Kota Malang Berpeluang Dapat Beasiswa
Salah satu kontribusi yang didorong Pemkot Malang dan LLDIKTI adalah perluasan akses beasiswa bagi warga Kota Malang.
Dyah berharap setiap perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Kami berharap satu sampai 20 [penerima] bisa memberikan nilai kepada masyarakat Kota Malang, setiap perguruan tinggi sesuai kemampuannya,” katanya.
BACA JUGA:Simpang Patih Kota Batu Bebas Kabel Semrawut, Kota Malang Juga Siapkan Proyek Ducting Rp250 M