Aksi Mahasiswa di Sudirman Bergerak, Pemerintah Didesak Setop MBG dan KDMP

Selasa 18-08-2026,14:44 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Arus pergerakan mahasiswa mulai terlihat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2026. Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berdatangan dengan mengenakan jaket almamater dan membawa atribut organisasi.

Kehadiran massa mahasiswa di Sudirman tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi penyampaian aspirasi yang digelar pada momentum setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, pendidikan, serta persoalan demokrasi.

Di antara massa terlihat mahasiswa Universitas Indonesia. Mereka membawa bendera bertuliskan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia dan Brigade UI. Massa kemudian bergerak menuju kawasan pusat Jakarta sesuai rencana aksi yang telah disampaikan sebelumnya.

Polisi Minta Massa Tak Demo di Bundaran HI

Pergerakan mahasiswa ke kawasan Sudirman berlangsung ketika Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan dalam jumlah besar. Sebelumnya, polisi mengimbau kelompok massa agar tidak menjadikan Bundaran Hotel Indonesia (HI) sebagai lokasi aksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut kawasan Bundaran HI hingga Sudirman merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat dan perekonomian Jakarta. Kawasan tersebut juga menjadi titik perhotelan, pusat perbelanjaan, serta jalur transportasi publik.

Karena itu, polisi meminta peserta aksi mempertimbangkan aktivitas masyarakat lainnya. Rekayasa lalu lintas dapat dilakukan secara situasional apabila keberadaan massa menimbulkan kepadatan.

Untuk seluruh kegiatan di Jakarta hari ini, Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya menyiagakan 9.242 personel gabungan. Jumlah tersebut disiapkan untuk mengamankan 31 aksi penyampaian pendapat dan 16 kegiatan masyarakat.

Mahasiswa Desak MBG dan KDMP Dihentikan

Salah satu tuntutan utama mahasiswa adalah penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) UI Axel Wirasakti mengatakan tuntutan tersebut masih menjadi bagian dari komitmen gerakan mahasiswa sebelumnya. Menurut dia, mahasiswa ingin kebijakan pemerintah lebih diarahkan pada kebutuhan yang dinilai langsung dirasakan masyarakat.

Selain MBG dan KDMP, mahasiswa juga meminta pemerintah menyediakan pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi.

Tuntutan pendidikan tersebut menjadi salah satu isu yang dibawa bersama persoalan ekonomi dan kebijakan pemerintah. Aksi ini melibatkan gerakan mahasiswa dari sejumlah kampus, termasuk UI, PNJ, dan IPB.

Harga BBM dan Kebutuhan Pokok Jadi Sorotan

Persoalan ekonomi turut menjadi perhatian mahasiswa. Mereka mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

Menurut mahasiswa, harga kebutuhan sehari-hari dan BBM memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, kebijakan ekonomi pemerintah dinilai perlu memperhatikan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Selain tuntutan ekonomi, mahasiswa juga membawa isu kebijakan pembangunan. Dalam rangkaian tuntutan BEM UI, terdapat desakan evaluasi total terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN).

Soroti Represivitas dan Militerisme

Isu demokratisasi menjadi bagian lain dari agenda aksi. Mahasiswa meminta pemerintah menghentikan tindakan represif serta praktik militerisme di ranah sipil.

FMN UI juga mendesak pembubaran Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP). Mereka menilai keterlibatan aparat dalam ruang sipil perlu dievaluasi.

Kategori :