JAKARTA, DISWAY.ID – Marvel Comics menyiapkan versi berbeda dari Scott Summers atau Cyclops melalui seri terbaru Midnight: X-Men. Dalam semesta horor alternatif tersebut, sosok yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemimpin utama X-Men justru tampil sebagai pemburu vampir.
Perubahan itu menjadi salah satu daya tarik utama Midnight: X-Men yang ditulis Jonathan Hickman dengan ilustrasi Matteo Della Fonte. Seri tersebut merupakan bagian dari lini Midnight Marvel yang membawa sejumlah karakter populer ke dunia dengan nuansa horor yang jauh lebih gelap.
Namun, status Cyclops sebagai pemburu vampir tidak berarti Marvel mengubah karakter Scott Summers secara permanen dalam kontinuitas utama. Kisah tersebut berlangsung di semesta Midnight dengan aturan dan latar berbeda dari cerita X-Men reguler.
Cyclops Kini Memburu Para Empyre
Dalam dunia Midnight: X-Men, vampir disebut sebagai empyres. Konflik utama cerita berpusat pada hubungan rapuh antara kelompok mutan yang belum berubah dengan para empyres.
Kedua kelompok sebenarnya berada dalam situasi seperti gencatan senjata. Tidak ada pihak yang berani mengambil langkah terlalu jauh karena tindakan tersebut dapat memicu perang besar.
Di tengah ketegangan itu, Cyclops mengambil posisi berbeda.
Berdasarkan solicitation Midnight: X-Men #2, Scott Summers menjadi satu-satunya sosok yang secara terbuka berani melawan empyres. Ia bahkan memburu dan menghabisi mereka sebanyak mungkin.
Karena itulah edisi kedua tersebut memperkenalkan kisah “Cyclops: Vampire Hunter” sebagai salah satu fokus utamanya.
Perubahan tersebut membuat peran Cyclops jauh berbeda dari citranya selama ini. Jika biasanya Scott Summers digambarkan sebagai pemimpin strategis X-Men yang idealistis dan disiplin, versi Midnight tampil lebih keras, soliter, dan agresif.
Penampilan Cyclops Ikut Berubah
Perubahan karakter juga tercermin melalui desain visual Scott Summers.
Cyclops versi Midnight tampil dengan rambut sangat pendek dan janggut. Penampilan tersebut memberikan kesan lebih kasar dan berpengalaman dibandingkan desain Cyclops yang selama ini lebih familiar bagi pembaca.
Transformasi tersebut terasa semakin masuk akal karena dunia Midnight memang dibangun dengan pendekatan horor. Karakter-karakter X-Men tidak sekadar dipindahkan ke latar baru, tetapi ditempatkan dalam situasi yang mengubah hubungan, peran, dan posisi mereka terhadap ancaman vampir.
Meski demikian, kemampuan utama Cyclops tetap menjadi bagian menarik dari cerita.
Dalam kontinuitas Marvel, Scott Summers dikenal memiliki kemampuan menembakkan optic blast, sebuah energi dahsyat yang keluar melalui matanya. Ia harus menggunakan visor khusus untuk mengendalikan kekuatan tersebut.
Dalam Midnight: X-Men, bagaimana kemampuan tersebut digunakan untuk menghadapi empyres menjadi salah satu hal yang masih menarik untuk ditunggu.
Storm dan Mutan Lain Berada di Sisi Berbeda
Ancaman Cyclops bukan hanya berasal dari vampir biasa. Semesta Midnight memperkenalkan kelompok empyres, yakni mutan yang telah berubah menjadi makhluk vampir atau undead.