Hari Peringatan Nagasaki 9 Agustus, Mengenang 73 Ribu Korban Bom Atom dan Tragedi 1945

Minggu 09-08-2026,07:00 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Kesaksian para hibakusha juga menjadi bagian penting dalam pendidikan mengenai bahaya senjata nuklir. Pemerintah Kota Nagasaki menilai pengalaman tersebut harus diteruskan kepada generasi muda agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

Nagasaki Ingin Menjadi Kota Terakhir yang Dibom Atom


Bom atom membentuk awan jamur di Hiroshima (kiri) and Nagasaki (kanan). -Getty imagges--

Hari Peringatan Nagasaki bukan sekadar mengenang tanggal ketika sebuah kota dihancurkan oleh bom atom. Peringatan ini juga menjadi bagian dari pesan perdamaian yang terus disuarakan masyarakat Nagasaki.

Dalam Piagam Perdamaian Warga Nagasaki, kota tersebut menegaskan keinginan agar Nagasaki menjadi tempat terakhir di dunia yang mengalami serangan bom atom. Pemerintah kota juga menekankan pentingnya tidak melupakan penderitaan para korban maupun penyintas.

Karena itu, setiap 9 Agustus menjadi momentum untuk kembali melihat sejarah dari sisi kemanusiaan. Di balik angka puluhan ribu korban terdapat individu, keluarga, anak-anak, pekerja, pelajar, dan masyarakat biasa yang kehidupannya berubah dalam hitungan detik.

Memperingati Nagasaki berarti menjaga ingatan terhadap tragedi tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa perang dan senjata nuklir membawa konsekuensi kemanusiaan yang sangat besar.

Pada 9 Agustus 2026, pesan itu tetap relevan: sejarah Nagasaki bukan hanya tentang sebuah ledakan pada masa lalu, tetapi tentang pentingnya memastikan senjata nuklir tidak kembali digunakan dan tragedi serupa tidak terulang di masa depan.

Kategori :