Hari Peringatan Nagasaki 9 Agustus, Mengenang 73 Ribu Korban Bom Atom dan Tragedi 1945
Ilustrasi Taman Perdamaian Nagasaki. -Agoda.com--
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Hari Peringatan Nagasaki diperingati setiap 9 Agustus untuk mengenang salah satu tragedi kemanusiaan paling kelam dalam sejarah Perang Dunia II. Pada 9 Agustus 1945, sebuah bom atom dijatuhkan di atas Kota Nagasaki, Jepang, menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan penderitaan panjang bagi para penyintas.
Tragedi tersebut terjadi hanya tiga hari setelah bom atom pertama dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Pada pukul 11.02 waktu setempat, bom atom yang kemudian dikenal dengan nama Fat Man meledak di udara di atas kawasan Matsuyama, Nagasaki.
Dalam peringatan pada 9 Agustus 2026, tragedi tersebut kembali menjadi pengingat tentang besarnya dampak kemanusiaan akibat penggunaan senjata nuklir sekaligus pentingnya menjaga perdamaian dunia.
Fat Man Meledak pada 11.02
Bom yang dijatuhkan di Nagasaki berbeda dengan bom yang digunakan di Hiroshima. Fat Man menggunakan plutonium-239 dan memiliki bentuk lebih besar dibandingkan bom Hiroshima yang menggunakan uranium-235.
Menurut catatan resmi Nagasaki Atomic Bomb Museum, Fat Man memiliki panjang sekitar 3,25 meter, diameter 1,52 meter, berat 4,5 ton, dan menghasilkan energi ledakan yang setara dengan sekitar 21 kiloton TNT.
Bom tersebut dibawa pesawat B-29 Bockscar yang dipimpin Mayor Charles Sweeney. Pesawat awalnya menuju Kokura yang merupakan target utama, tetapi kondisi cuaca dan tertutupnya kawasan tersebut oleh asap membuat target dialihkan ke Nagasaki. Bom kemudian dijatuhkan dari ketinggian sekitar 9.600 meter dan meledak sekitar 500 meter di atas permukaan tanah pada pukul 11.02.

Keadaan di Nagasaki setelah bom atom dijatuhkan pasukan AS. -Getty images--
Puluhan Ribu Orang Tewas
Dampak ledakan sangat besar. Pemerintah Kota Nagasaki mencatat bahwa 73.800 orang tewas dan sekitar 76.700 orang mengalami luka-luka akibat bom atom tersebut. Angka itu tercantum pada penjelasan resmi mengenai monumen di lokasi pusat ledakan.
Sumber lain dari materi resmi Nagasaki Peace mencatat angka korban meninggal akibat ledakan sekitar 73.884 orang dan korban luka sekitar 74.909 orang. Perbedaan angka dalam sejumlah sumber berkaitan dengan metode pencatatan dan periode penghitungan korban.
Yang menjadi korban bukan hanya mereka yang meninggal seketika. Banyak penyintas mengalami luka bakar, cedera akibat gelombang ledakan, serta dampak radiasi yang kemudian memengaruhi kesehatan mereka dalam jangka panjang.
Pemerintah Kota Nagasaki menyebut dampak bom berasal dari kombinasi gelombang ledakan, panas, dan radiasi. Dalam radius sekitar satu kilometer dari hiposentrum, tingkat kematian korban yang mengalami luka bakar maupun cedera sangat tinggi.
Kota Hancur dan Fasilitas Publik Luluh
Ledakan tidak hanya merenggut nyawa manusia, tetapi juga menghancurkan permukiman dan berbagai fasilitas kota.
Sejumlah peninggalan kehancuran masih dapat ditemukan hingga kini. Di antaranya bekas bangunan sekolah, sisa menara Urakami Cathedral, tiang gerbang Sanno Shrine yang rusak akibat gelombang ledakan, serta bekas bangunan Universitas Kedokteran Nagasaki. Situs-situs tersebut kini menjadi bagian dari peninggalan sejarah bom atom Nagasaki.
Kawasan sekitar hiposentrum mengalami kehancuran paling parah. Bahkan material bangunan, kaca, tanah, dan benda-benda sehari-hari yang terkena panas dan ledakan masih disimpan sebagai bukti sejarah.
Penyintas Menanggung Dampak Jangka Panjang
Tragedi Nagasaki tidak berakhir ketika asap ledakan menghilang. Para penyintas yang kemudian dikenal sebagai hibakusha harus menjalani kehidupan dengan berbagai dampak kesehatan dan trauma akibat perang.
Sumber: national today dan sumber lain


