Target Vaksinasi PMK Kota Batu Melonjak Jadi 20.500 Dosis di 2026

Kamis 06-08-2026,18:08 WIB
Reporter : Muhammad Sholeh
Editor : Mohammad Khakim

BATU, DISWAYMALANG.ID– Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu baru saja menerima tambahan 8.000 dosis vaksin PMK tahap ketiga dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Dengan tambahan tersebut, target vaksinasi PMK di Kota Batu sepanjang 2026 naik signifikan. Sebelumnya target awal hanya 12.500 dosis, kini meningkat menjadi 20.500 dosis.

Kepala Distan-KP Kota Batu, Hendry Suseno, menyebut tambahan 8.000 dosis vaksin itu krusial untuk menjaga kekebalan komunal pada ternak. 

BACA JUGA:Turnamen Catur Bahagia Jadi Jembatan Pembinaan Atlet dan Penguatan Ekosistem Olahraga di Kota Batu

“Tambahan vaksin ini penting untuk menjaga kekebalan komunal ternak sekaligus mencegah kemunculan kembali kasus PMK,” ujarnya, Kamis (6/8/2026) 

Hingga Juli 2026, realisasi vaksinasi PMK di Kota Batu sudah mencapai 12.454 dosis. Angka itu hampir menyentuh target awal 12.500 dosis. Vaksinasi menyasar sapi perah, sapi potong, kambing, hingga domba di berbagai wilayah Kota Batu.

Untuk mengejar target baru 20.500 dosis, Distan-KP menerapkan strategi jemput bola. Petugas Pelapor Desa (Pelsa) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) diterjunkan langsung ke lapangan. Selain vaksinasi, tim juga bergerak cepat menindaklanjuti laporan gejala PMK dari peternak melalui grup komunikasi desa.

BACA JUGA:Wali Kota Batu: Catur Bahagia Bukan Sekadar Turnamen, tapi Ruang Kolaborasi Membangun Daerah

"Seluruh 91 kasus PMK yang ditemukan sejak awal 2026 telah sembuh. Kasus terakhir terjadi pada Juni lalu, sehingga saat ini Kota Batu dinyatakan nihil kasus aktif," urainya.

Meski sudah bebas kasus aktif, kewaspadaan tetap dijaga. Distan-KP menyoroti potensi penularan dari lalu lintas ternak luar daerah, terutama dari Kabupaten Malang, Jombang, Blitar, dan Mojokerto pasca Iduladha.

"Dengan target 20.500 dosis tahun ini, Pemkot Batu optimis dapat mempertahankan status bebas PMK dan melindungi peternak," ujarnya.

PMK adalah penyakit hewan yang serius dan sangat menular. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini menyerang semua hewan berkuku belah, termasuk sapi.

BACA JUGA:Kurang dari Separuh Koperasi di Kota Batu Aktif dan Sehat, Diskumperindag Dorong Reaktivasi

PMK pada hewan ternak kerap dijumpai beberapa tahun terakhir. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang bersifat merusak jaringan sel. Kerugian dari dampak penyakit ini bukan hanya dirasakan oleh peternak, namun juga dapat dirasakan oleh masyarakat luas. 

"Ke depan, program vaksinasi PMK akan dilakukan rutin 2 kali setahun selama 5 tahun berturut-turut sesuai standar kesehatan hewan," tegas Hendry.

Kategori :