Dinkes Kota Batu Perkuat Pengendalian DBD, Satukan Data Rumah Sakit dan Puskesmas Lewat Forum RAN
Kepala Dinas kesehatan Kota Batu Aditya Prasaja saat menyampaikan sambutan Forum Lintas Sektor Pengendalian DBD Terintegrasi Berdasarkan RAN 2026-2029 pada Kamis (6/8/2026)-Sholeh/Diswaymalang -
BATU, DISWAYMALANG.ID– Dinas Kesehatan Kota Batu menggelar Forum Lintas Sektor Pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) Terintegrasi Berdasarkan Rencana Aksi Nasional (RAN) 2026-2029, Kamis (6/8/2026).
Forum yang dibuka oleh Sekda Kota Batu itu bertujuan menyatukan langkah pemerintah, rumah sakit, puskesmas, dan lintas sektor dalam menekan kasus DBD di Kota Batu. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Aditya Prasaja, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi penanganan DBD selama ini.
"Kegiatan hari ini adalah tindak lanjut dari kami Dinas Kesehatan bersama lintas sektor dalam upaya menanggulangi DBD di Kota Batu. Ada beberapa hal dari evaluasi terakhir kami yang perlu dilakukan tindak lanjut," ujarnya.
Aditya menguraikan, ada tiga isu utama yang menjadi fokus pembahasan dalam forum tersebut. Pertama, tindak lanjut kebijakan dari pemerintah pusat yang harus diimplementasikan di daerah.
Kedua, adanya perbedaan data antara diagnosis di rumah sakit dengan data berdasarkan kriteria program di Dinas Kesehatan. Ketiga, dampak perubahan iklim. Aditya menyebut suhu di Kota Batu yang kini tidak sedingin dulu ikut memengaruhi pola penyebaran nyamuk Aedes aegypti.
"Masih ada pembenahan antara yang disampaikan rumah sakit yang didiagnosa sebagai DBD dengan kami yang harus melakukan ceklis kriteria program. Sehingga ini juga akan berpengaruh terhadap bagaimana tindak lanjut kami di lapangan," jelasnya.
BACA JUGA:Giripurno Jadi Desa Tangguh Bencana, Wali Kota Batu Dorong Ketahanan Lingkungan
Perbedaan data ini, lanjut Aditya, membuat penanganan di lapangan kadang belum maksimal. Untuk itu, forum ini diharapkan bisa merumuskan jembatan antara data klinis rumah sakit dan data program puskesmas.
"Sehingga nanti kita bisa sama-sama menyepakati dan kami di Dinas dan Puskesmas di lapangan juga bisa mendapatkan kepastian tindak lanjut," katanya.
Dalam forum tersebut, Aditya juga memaparkan data kasus DBD tiga tahun terakhir. Tahun 2024 terjadi lonjakan kasus yang cukup tajam. Tercatat, Demam Dengue (DD) sebanyak 447 kasus. Kemudian, Demam Berdarah Dengue (DBD) 442 kasus , Dengue Shock Syndrome (DSS) 4 kasus, Case Fatality Rate (CFR) sebesar 0,9 persen
Di tahun 2025, kasus mengalami penurunan signifikan. Yaitu DD 253 kasus, DBD 165 kasus, DSS 1 kasus dan CFR 0,61 persen. Sedangkan di tahun 2026 sampai Juni, tercatat adanya perbedaan data antara rumah sakit dan program.
Sumber:


