BPS Kota Batu Andalkan RT hingga Pengisian Online Hadapi Warga yang Menolak Sensus Ekonomi 2026

Selasa 04-08-2026,16:40 WIB
Reporter : Muhammad Sholeh
Editor : Mohammad Khakim

BATU, DISWAYMALANG.ID – Sensus Ekonomi 2026 Kota Batu terus berlangsung di seluruh wilayah. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah warga yang menolak didata. Untuk mengatasi kendala tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu menyiapkan berbagai strategi, mulai dari pendekatan persuasif, koordinasi dengan ketua RT, hingga menyediakan layanan pengisian data secara daring.

Kepala BPS Kota Batu Herlina Prasetyowati Sambodo mengatakan, Petugas Pendataan Lapangan (PPL) masih menjumpai beberapa responden yang belum bersedia diwawancarai. Meski demikian, petugas diminta mengedepankan pendekatan yang humanis dan tidak memaksakan kehendak.

Libatkan Ketua RT untuk Membantu Pendataan

Menurut Herlina, langkah pertama yang dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya Sensus Ekonomi 2026 bagi penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan.

BACA JUGA:11 ASN Pemkot Batu Resmi Pensiun, Wali Kota Nurochman: Pengabdian Mereka Fondasi Kemajuan Daerah

Selain itu, BPS juga berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk membantu mempertemukan petugas dengan warga yang sulit ditemui atau belum memiliki waktu untuk diwawancarai.

"Kami juga berkoordinasi dengan ketua RT setempat. Kadang dibantu membuat janji dengan masyarakat yang memang sedang tidak berada di rumah. Alhamdulillah, sejauh ini banyak yang akhirnya bisa didata," ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Jika pendekatan awal belum membuahkan hasil, petugas juga dapat meminta bantuan penunjuk jalan dari lingkungan sekitar agar proses pendataan berjalan lebih efektif.

Terapkan SOP Berlapis

Herlina menjelaskan, BPS memiliki prosedur operasional standar (SOP) yang harus dipatuhi seluruh petugas selama pelaksanaan sensus.

BACA JUGA:Harga Daging Sapi di Kota Malang Tembus Rp160 Ribu per Kg, Pasokan Sapi Hidup Langka dan Daya Beli Mulai Turun

Setiap Petugas Pendataan Lapangan wajib melakukan sedikitnya tiga kali kunjungan ke alamat responden. Jika belum berhasil, tugas dilanjutkan oleh Petugas Monitoring Lapangan (PML).

Apabila upaya tersebut masih belum membuahkan hasil, tim dari kantor BPS Kota Batu akan turun langsung melakukan pendekatan kepada responden.

Bila seluruh tahapan telah dilakukan namun warga tetap menolak, BPS akan membuat berita acara sebagai bentuk pertanggungjawaban administrasi bahwa responden memang tidak bersedia didata.

Sediakan Pengisian Mandiri Secara Online

Bagi masyarakat yang tidak berkenan menerima kunjungan petugas, BPS Kota Batu juga menyediakan alternatif melalui metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI).

BACA JUGA:Awas Macet! Karnaval Bersih Desa Tulungrejo Tutup Total Jalur Batu–Pacet, Ini Titik dan Rute Alternatif

Melalui sistem tersebut, responden dapat mengisi data sensus secara mandiri melalui tautan yang diberikan petugas tanpa harus melakukan wawancara tatap muka.

"Kalau memang tidak berkenan diwawancarai petugas, kami bisa menggunakan metode CAWI. Warga cukup mengisi sendiri melalui tautan yang kami berikan," jelas Herlina.

Kerahkan 181 Petugas Hingga Akhir Agustus

Kategori :