BRIvolution Reignite Dipercepat, BRI Perkuat Kontribusi Danantara dan Ekonomi Kerakyatan

Sabtu 01-08-2026,14:10 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mempercepat implementasi BRIvolution Reignite sebagai strategi transformasi perusahaan untuk memperkuat daya saing sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, transformasi ini diarahkan untuk memperkuat fundamental bisnis, memperluas pembiayaan sektor produktif, serta mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan BRIvolution Reignite menjadi kerangka transformasi terintegrasi yang dirancang agar BRI mampu tumbuh lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus tetap menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan.

BRI Perkuat Fondasi Bisnis Lewat Dua Pilar Transformasi

Hery menjelaskan, transformasi BRI bertumpu pada dua pilar utama yang didukung enam enabler sebagai penggerak perubahan di seluruh organisasi.

Pilar Transform the Funding Franchise difokuskan untuk memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah (CASA) serta penguatan kapabilitas transaction banking sehingga biaya dana semakin efisien.

Sementara itu, pilar Revamp Existing Core and Build New Core diarahkan untuk memperkuat bisnis inti kredit mikro sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru melalui pengembangan consumer banking yang lebih adaptif terhadap kebutuhan nasabah.

"BRIvolution Reignite dirancang untuk memastikan BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan berdaya saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan value creation yang semakin besar sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia," ujar Hery.

Kinerja Keuangan Terus Menguat

Implementasi transformasi tersebut tercermin pada kinerja keuangan BRI Group hingga Triwulan I 2026.

Total aset tercatat mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun, sementara laba bersih konsolidasian mencapai Rp15,5 triliun.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,4 persen menjadi Rp1.555,1 triliun. Kondisi tersebut turut menurunkan cost of fund dari 2,98 persen pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33 persen pada Triwulan I 2026.

Penyaluran KUR dan Program 3 Juta Rumah Terus Diperluas

Fundamental bisnis yang semakin kuat dimanfaatkan BRI untuk memperluas fungsi intermediasi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan 869.285 debitur atau 42,68 persen dari total penerima KUR, disusul sektor perdagangan sebanyak 647.440 debitur atau 32,34 persen.

Selain itu, BRI juga terus mendukung Program 3 Juta Rumah melalui pembiayaan KPR subsidi.

Hingga Juni 2026, penyaluran KPR subsidi mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur. Sekitar 97 persen di antaranya disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang telah menjangkau sekitar 131 ribu debitur.

Sepanjang 2026 hingga Juni, realisasi FLPP telah mencapai 19.075 unit atau sekitar 32,8 persen dari target 60 ribu unit.

Di sisi penyediaan hunian, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) hingga 19 Juli 2026 mencapai Rp10,7 triliun atau sekitar 89 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.

Danantara Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Berkelanjutan

Kategori :