Dian menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan kolaborasi berbagai pihak.
Mulai dari BPS, perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, media, hingga masyarakat diharapkan dapat berperan aktif mendukung pelaksanaan program yang berbasis data.
"Data yang akurat harus diikuti dengan aksi nyata. Dengan begitu, kebijakan yang dihasilkan benar-benar mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat," katanya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Malang mengapresiasi langkah Kecamatan Sukun yang memanfaatkan hasil sensus BPS sebagai dasar penyusunan program kesehatan.
Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas intervensi kesehatan sekaligus memastikan penggunaan anggaran pemerintah menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.
BACA JUGA:Kanjuruhan Jadi Nama Bus Trans Jatim Koridor II Malang-Kepanjen, Ini Alasan dan Sejarahnya
Dengan memanfaatkan data sebagai landasan kebijakan, Pemerintah Kecamatan Sukun berharap berbagai program pembangunan ke depan dapat memberikan dampak yang lebih nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.