DAHULU di negeri Konoha terjadi pertarungan cecak lawan buaya. Sebuah pertarungan yang tidak imbang. Cecak dengan mudah ditaklukkan. Dan, cecak hilang dalam bayangan buaya.
Kini muncul episode baru. Para monster bangkit. Para titan menunjukkan kekuatan dan kekuasaannya. Battle of the jungle, ’pertempuran di hutan belantara’. Hukum rimba berlaku. Siapa kuat dia menang. Siapa kalah, akan musnah
Di negeri Konoha, kekuatan dan kekuasaan dijaga tiga titan. Pertama, Kingkong, penjaga hutan keadilan, bertubuh kekar, membawa palu raksasa. Ia melambangkan kekuatan penuntutan dan perburuan koruptor. Selama bertahun-tahun Kingkong makin dominan karena berhasil menumbangkan banyak monster kejahatan.
Di sisi lain, yang kedua, berdiri Godzilla. Ia penguasa samudra ketertiban. Tubuhnya dipenuhi sisik baja dan semburan napas api. Ia adalah simbol kekuatan kepolisian yang selama puluhan tahun menjadi predator terbesar dalam menjaga keamanan negeri.
Selama monster-monster kriminal masih berkeliaran, Kingkong dan Godzilla sesekali bertarung memperebutkan wilayah. Namun, mereka punya kekuasaan masing-masing. Tidak saling mengganggu. Seperti slogan di jalan raya, ”sesama bus kota dilarang saling mendahului’’.
Namun, semuanya berubah. Sesama bus tidak hanya saling menyalip. Mereka saling berbalapan. Kebut-kebutan membahayakan penumpang dan mengancam nyawa pengguna jalan raya.
Kingkong dan Godzilla, yang semula punya wilayah kekuasaan masing-masing, sekarang saling berhadapan. Kingkong keluar dari hutan dan Godzilla keluar dari lautan. Keduanya siap saling serang.
Markas Kingkong diguncang oleh operasi penggerebekan. Godzilla marah. Dua titan itu menyadari bahwa lawannya sedang berusaha merebut puncak kekuasaan.
Muncullah yang ketiga, Rodan, si elang besi dari langit, penjaga kedaulatan udara. Rodan tidak datang untuk meyerang Kingkong. Ia juga tidak berada di bawah bayang-bayang Godzilla. Kehadirannya mengubah persaingan dua arah menjadi pertarungan segitiga (triangle of power).
Kini peta kekuatan berubah. Godzilla merasa dua titan lain mulai bergerak dalam manuver yang sama. Kingkong menyadari bahwa melawan Godzilla sendirian terlalu berisiko.
Dua kekuatan itu saling mencurigai. Setiap langkah Kingkong dianggap provokasi. Setiap gerakan Godzilla dibaca sebagai tantangan. Sementara itu, di bawah tanah, monster koruptor dan oligarki mengamati sambil tersenyum.
Kingkong, Godzilla, dan Rodan harus menyadari bahwa pertarungan di antara mereka tidak akan membawa hasil. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Mereka harus menyadari bahwa real enemy mereka adalah monster koruptor yang sudah merusak Konoha seperti kanker stadium empat.
Perang lawan korupsi di Konoha penuh drama. Raja Konoha berjanji memberantas korupsi. Para monster koruptor akan dikejar sampai ke Antartika yang membeku. Atau, ke padang pasir yang panas membara.
Tidak pernah ada pengejaran ke Antartika. Atau, perburuan ke Padang Sahara. Raja Konoha diam di tempat. Tidak tahu apa yang harus dilakukan. Triangle of power yang seharusnya menjadi senjata andalannya malah macet tidak berdaya.
Triangle of power di Konoha itu adalah tentara, polisi, dan kejaksaan. Ada satu lagi, Komisi Pemberantasan Korupsi. Dahulu pernah menjadi ikon, garang, perkasa, ditakuti. Sekarang loyo, lemah, dan keropos.