JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Kegagalan finis atau did not finish (DNF) yang dialami Veda Ega Pratama pada balapan Moto3 Belanda di Sirkuit Assen dua pekan lalu sama sekali tidak melunturkan mental petarungnya. Menjelang balapan seri ke-11 musim balap Moto3 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman, akhir pekan ini, pebalap andalan Honda Team Asia tersebut justru datang dengan motivasi yang berlipat ganda dan semangat baru yang membara.
Bagi seorang pembalap muda, mengalami insiden gagal finis di sirkuit legendaris seperti Assen tentu meninggalkan kekecewaan yang mendalam. Terlebih lagi, sepanjang akhir pekan di Belanda kemarin, Veda sebenarnya menunjukkan performa yang sangat impresif dan memiliki kecepatan motor yang sangat kompetitif.
BACA JUGA:Jelang Moto3 Jerman 2026, Veda Ega dan Hakim Danish Kompak Jalani Latihan 600 cc, Apa Bedanya?
Namun, alih-alih terpuruk meratapi nasib buruk, rider berbakat asal Indonesia ini memilih untuk mengambil sisi positif dari pengalaman pahit tersebut untuk dijadikan bahan bakar utama di Jerman.
Veda menegaskan bahwa performa apiknya di Belanda telah memberikan suntikan kepercayaan diri yang sangat besar. Ia kini tahu betul bahwa dirinya memiliki modal kecepatan yang mumpuni untuk bersaing secara konsisten di barisan terdepan dengan para pembalap top Eropa lainnya.
Kesadaran akan potensi besar inilah yang membuat Veda merasa sangat antusias dan tidak sabar untuk kembali memacu motor Honda-nya di lintasan.
"Saya senang bisa balapan lagi setelah di Assen [Moto3 Belanda]. Tentu saja hasil di sana mengecewakan karena kami punya kecepatan bersaing di depan, tetapi saya juga mendapat kepercayaan diri dari performa yang kami tunjukkan sepanjang akhir pekan," ungkap pebalap yang menjadi harapan baru dunia balap motor Indonesia tersebut seperti dilansir dari rilis resmi Honda Team Asia.
BACA JUGA:Moto3 Jerman 2026 Jadi Titik Balik Veda Ega? Ini Peluang Bangkit Usai DNF di Assen
Kini, fokus Veda sepenuhnya terarah pada Sirkuit Sachsenring. Pebalap yang tercatat sudah dua kali berhasil menembus posisi tiga besar dan naik podium pada musim kompetisi Moto3 2026 ini merasa sangat senang bisa menjajal sirkuit di Jerman tersebut. Karakter Sachsenring yang unik, sempit, dan berliku diyakini akan menyajikan tontonan balap yang sengit. Sekaligus menguji sejauh mana kematangan taktik berkendara Veda di atas lintasan.
Saat ini, juara Asia Talent Cup (ATC) 2023 tersebut untuk sementara waktu harus puas berada di peringkat ketujuh dalam papan klasemen Moto3 2026 dengan mengoleksi total 82 poin. Mengingat musim balap telah memasuki paruh kedua yang krusial, raihan poin maksimal di Sachsenring akan menjadi harga mati bagi Veda untuk mendongkrak posisinya ke papan atas demi menjaga asa bersaing memperebutkan gelar di akhir musim nanti.