Berburu Kuliner Malam Kayutangan Heritage

Selasa 07-07-2026,19:40 WIB
Reporter : Agung Santoso
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Saat matahari mulai terbenam, kawasan Kayutangan Heritage di Kota Malang berubah menjadi salah satu titik wisata kuliner malam paling ramai dikunjungi. Lampu-lampu jalan bergaya tempo dulu menyala, deretan bangunan kolonial semakin syahdu. Dan, aroma jajanan kaki lima mulai memenuhi udara di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rahmat.

Kawasan yang resmi dibuka untuk umum sejak 22 April 2018 ini awalnya dikenal sebagai kampung tua peninggalan era kolonial Belanda. Kini, selain menawarkan wisata sejarah dan spot foto instagramable, Kayutangan Heritage juga menjelma menjadi surga kuliner dengan harga yang ramah di kantong, mulai sekitar Rp1.000 hingga Rp75.000 per porsi.

Legenda Rasa Tetap Bertahan

Salah satu yang wajib disinggahi adalah Depot Hok Lay, yang telah berdiri sejak 1946. Depot ini dikenal dengan jualan Es Fosco, susu cokelat dingin yang disajikan dalam botol kaca jadul, serta lumpia goreng isi ayam yang gurih.

Tak jauh dari sana, Toko Oen menawarkan nuansa kolonial yang masih otentik, dengan menu andalan es krim homemade dan camilan khas Belanda seperti risoles dan bitterballen.


Terlihat banyak pengunjung menikmati kuliner malam di kawasan stand Kayutangan Kota Malang--agsant | DISway Malang

Bagi pemburu jajanan hangat di malam hari, Warung Ronde Titoni yang telah buka sejak 1948 menjadi pilihan pas untuk menghangatkan tubuh dari udara sejuk Malang.

BACA JUGA:Menikmati Sisi Lain Kota Batu, Pesona Wisata Malam Hari di Swiss Kecil Pulau Jawa

Menu ronde jahe berisi kacang dan klepon ini selalu ramai peminat, terutama menjelang malam.

Deretan Street Food Harga Terjangkau

Di sepanjang koridor Kayutangan, pengunjung juga bisa menemukan Kedai Kopi Hwie yang telah eksis sejak 1953, menawarkan menu berat seperti nasi goreng, cwi mie, dan bakso mulai harga Rp18 ribuan, lengkap dengan camilan tradisional seperti tempe mendoan dan onde-onde mulai Rp2 ribuan saja.

Bagi yang ingin merasakan suasana lebih ramai, Pujasera Kajoetangan menjadi favorit anak muda dan keluarga pada malam hari.

Tempat ini menyuguhkan hidangan ikonik khas Malang seperti bakso, sego sambel, sego tempong, hingga wedang angsle dan Susu Telur Madu Jahe (STMJ) yang cocok dinikmati sambil menikmati suasana tempo dulu.

Sementara Depot Kayutangan, yang telah beroperasi sejak 1998, menyajikan cwie mie dan mie char siu ayam dengan resep turun-temurun. Mulai harga Rp10 ribuan, ditambah pilihan dimsum, gyoza, dan wedang beras kencur sebagai penutup santap malam.

BACA JUGA:Berburu Rasa ke Gang Sempit: 3 Hidden Gem Kuliner Legendaris di Malang yang Wajib Masuk Bucket List Anda!

Sentuhan Rasa Internasional di Tengah Kawasan Heritage

Menariknya, Kayutangan Heritage tidak hanya menyajikan kuliner lokal. Viet Cong Malang, misalnya, menghadirkan cita rasa khas Vietnam seperti pho bo, pho ga, dan banh mi mulai Rp20 ribuan. Dengan jaminan kehalalan yang membuatnya tetap ramah bagi lidah lokal. Karena viralitasnya, pengunjung kerap harus rela mengantre untuk mencicipi menu di tempat ini.


Bangunan tua yang masih terjaga menambah kesan otentik di dalam kawasan Kayutangan Kota Malang--agsant | DISway Malang

Ada pula Kedai Sedjiwa yang menyajikan menu ala Asia seperti laksa Singapura, nasi hainan, bakmi, hingga ayam dan bebek panggang mulai Rp25 ribuan, cocok bagi yang ingin variasi rasa di luar menu tradisional Malang.

Suara dari Pelaku Usaha Lokal

Kategori :