JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi ajang perebutan trofi paling bergengsi di sepak bola internasional. Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu juga berpotensi menjadi penutup perjalanan dua ikon terbesar sepak bola modern, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Selama hampir dua dekade terakhir, nama Messi dan Ronaldo nyaris tidak pernah lepas dari perbincangan publik. Keduanya mendominasi berbagai penghargaan individu, memecahkan rekor demi rekor, serta menghadirkan rivalitas yang membentuk satu generasi pencinta sepak bola.
Kini, setelah sama-sama memasuki fase akhir karier, Piala Dunia 2026 menghadirkan makna yang berbeda. Bukan lagi sekadar soal membuktikan siapa yang terbaik, melainkan kemungkinan menjadi kesempatan terakhir mereka tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.
Dari Jerman 2006 Menuju Panggung Terakhir
Perjalanan keduanya di Piala Dunia dimulai pada edisi 2006 di Jerman. Saat itu, Messi masih berusia 18 tahun dan memperkuat Argentina sebagai pemain muda yang mulai mendapat kesempatan tampil. Sementara Ronaldo, yang berusia 21 tahun, menjadi bagian penting skuad Portugal yang berhasil melaju hingga semifinal.
Sejak saat itu, keduanya berkembang menjadi pemain paling berpengaruh di dunia. Messi menjelma sebagai motor permainan Argentina sekaligus legenda Barcelona, sedangkan Ronaldo mengukuhkan diri sebagai mesin gol bersama Manchester United, Real Madrid, Juventus, hingga tim nasional Portugal.
Rivalitas mereka tidak hanya tersaji di level klub melalui El Clasico, tetapi juga merambah panggung internasional dalam setiap turnamen besar.
Jalan Berbeda di Piala Dunia
Meski sama-sama sukses di level klub, perjalanan Messi dan Ronaldo di Piala Dunia berlangsung dengan cerita yang berbeda.
Messi beberapa kali membawa Argentina melangkah jauh. Ia mengantar Albiceleste ke final pada 2014 sebelum harus mengakui keunggulan Jerman. Delapan tahun kemudian, penantian panjang itu berakhir ketika Argentina keluar sebagai juara Piala Dunia 2022 di Qatar.
Bagi Messi, gelar tersebut melengkapi hampir seluruh pencapaian terbesar dalam kariernya sekaligus mengakhiri perdebatan panjang mengenai prestasinya bersama tim nasional.
Di sisi lain, Ronaldo berhasil mempersembahkan gelar Piala Eropa 2016 dan UEFA Nations League untuk Portugal. Namun, trofi Piala Dunia masih menjadi satu-satunya gelar utama yang belum berhasil diraihnya.
Prestasi terbaik Portugal bersama Ronaldo di Piala Dunia adalah menembus semifinal pada edisi 2006. Setelah itu, langkah Selecao das Quinas belum pernah lagi mencapai partai empat besar.
Piala Dunia 2026 Menjadi Penutup Sebuah Era
Piala Dunia 2026 dipandang sebagai kemungkinan terakhir Messi dan Ronaldo tampil di kompetisi sepak bola paling bergengsi tersebut. Usia keduanya kini sudah tidak lagi muda untuk ukuran pemain profesional, sehingga peluang tampil pada edisi berikutnya menjadi semakin kecil.
Meski demikian, kehadiran mereka tetap menjadi daya tarik tersendiri. Messi masih menjadi figur sentral dalam permainan Argentina, sementara Ronaldo tetap menjadi bagian dari skuad Portugal yang dihuni banyak pemain muda.
Terlepas dari hasil yang akan diraih nanti, perjalanan keduanya telah meninggalkan warisan besar bagi sepak bola dunia.
Rivalitas yang Sulit Terulang
Selama hampir 20 tahun, Messi dan Ronaldo silih berganti mencatatkan prestasi luar biasa. Mereka mendominasi penghargaan Ballon d'Or, Liga Champions, hingga berbagai rekor gol di level klub maupun tim nasional.