MALANG, DISWAYMALANG.ID–Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya (UB) menjajaki kerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Peternak Penggemar Ayam Pelung Indonesia (DPD HIPPAPI) Malang. Mereka akan menggelar Kontes Ayam Pelung Dekan CUP. Kegiatan ini menjadi momentum penting karena merupakan kali pertama FAST UB terlibat sebagai penyelenggara kontes ayam pelung.
BACA JUGA:Dua Lulusan FSTeM UB Raih Predikat Wisudawan Terbaik pada Wisuda Periode 20
Rencana penyelenggaraan kontes tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Dekanat FAST UB pada Rabu (17/6/2026). Pertemuan dihadiri oleh Dekan FAST UB Prof Dr Ir Muhammad Halim Natsir SPt MP IPM ASEAN Eng, Wakil Dekan II FAST UB Dr Ir Agus Susilo SPt MP IPM ASEAN Eng, Prof Dr Siti Azizah SPt MSos MCommun selaku Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya Tahun 2026. Juga, perwakilan DPD HIPPAPI Malang Prayudi dan Jaelani.
“Kegiatan ini dapat menjadi titik awal kerja sama yang lebih luas antara FAST UB dan HIPPAPI dalam pengembangan ayam pelung sebagai plasma nutfah unggas lokal yang memiliki nilai budaya dan ekonomi,” ujar Prof Halim.
Senada dengan hal tersebut, Dr Agus Susilo menambahkan bahwa kontes ayam pelung memiliki potensi untuk diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai agenda tahunan fakultas. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian ayam pelung. Tetapi juga dapat memperkuat jejaring antara akademisi, peternak, penghobi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
BACA JUGA:FIA UB Buka Pendaftaran UB STARS Batch 3, Mahasiswa Berkesempatan Belajar di Luar Negeri
Sementara itu, Prayudi selaku perwakilan DPD HIPPAPI Malang berharap kegiatan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi peternak ayam pelung. Kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas peternak diharapkan mampu menghasilkan solusi yang aplikatif untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, serta keberlanjutan usaha peternakan ayam pelung.
Ayam Pelung sebagai salah satu jenis ayam hias--
Ayam pelung adalah ras ayam hias lokal unggul yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat. Ayam ini sangat terkenal dan dijadikan kebanggaan budaya karena tiga ciri utamanya: postur tubuhnya yang besar dan tegap, pertumbuhannya yang cepat, serta suara kokokannya yang panjang, mengalun, dan merdu.
Dikutip dari Wikipedia, nama "pelung" berasal dari bahasa Sunda, yaitu mawelung, yang berarti kokokan yang melengking panjang. Berdasarkan cerita sejarah setempat, ras ayam ini kali pertama ditemukan dan dikembangkan oleh seorang tokoh agama dan petani bernama H. Djarkasih (Mama Djarkasih) di Desa Bunikasih, Cianjur, sekitar tahun 1850.
Sementara itu, penyelenggaraan Kontes Ayam Pelung Dekan CUP, menurut FAST UB, sejalan dengan komitmen Universitas Brawijaya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 15 Menjaga Ekosistem Daratan.
BACA JUGA:FSTeM UB Raih Sertifikasi ISO 21001:2018, Perkuat Standar Pendidikan Bertaraf Global
Melalui pengembangan dan pelestarian ayam pelung sebagai sumber daya genetik unggas lokal Indonesia, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak, menciptakan peluang ekonomi baru, sekaligus menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati lokal.
Dengan adanya kolaborasi antara FAST UB dan HIPPAPI Malang, Kontes Ayam Pelung Dekan CUP diharapkan menjadi wadah pelestarian ayam pelung sekaligus penguatan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.