BATU, DISWAYMALANG.ID--Sekitar 300 umat Hindu yang ada di Kota Batu mengadakan peringatan Galungan di Pura Indrajaya, Junggo, Desa Tulungrejo, Kota Batu, Rabu (17/6/2026). Peringatan hari kemenangan Dharma (kebaikan) yang diperingati selama 210 hari sekali.
BACA JUGA:Umat Hindu di Kota Batu Gelar Ritual Tawur Agung: Simbol Pembersihan Diri dan Alam Semesta
"Peringatan Galungan setahun diperingati dua kali, karena peringatanya 210 hari sekali. Kali ini pada tanggal 17 Juni," kata Pariyanto, ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Batu.
Diterangkannya, Galungan adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan untuk memperingati kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).
BACA JUGA:19 Maret Hari Raya Nyepi 2026, Simak Sejarah dan 4 Pantangan Utama Umat Hindu saat Nyepi
Dari beberapa umat yang mengadakan upacara Galungan di pura yang ada di lereng Arjuno ini tidak hanya dari Batu. Ada juga yang dari sekitar Batu, seperti Pujon, Ngantang, Kasembon, dan beberapa dari Bali.
"Kalau yang jauh dari Batu biasanya mereka adalah wisatawan yang bersembahyang di Pura Indrajaya," ungkapnya.
Upacara dimulai pukul 09.00 dipimpin oleh Ida Resi Begawan Nata Anom Pemayun Wilwatikta, pemimpin keagamaan asal Desa Junggo. "Selain memperingati kemenangan dari hal yang jelek, Galungan juga menjadi momen penyambutan ruh leluhur yang diyakini kembali ke rumah pada hari itu.," paparnya.
BACA JUGA:Sebelum Perayaan Nyepi 19 Maret, Ini Rangkaian Ritual yang Dilakukan Umat Hindu
Tema Galungan saat ini tetap berfokus pada nilai spiritual dan implementasi Dharma (kebenaran) melawan Adharma (keburukan) dalam kehidupan sehari-hari.
Secara umum, makna yang diangkat dan disosialisasikan oleh lembaga seperti PHDI pada momen suci ini mencakup beberapa poin penting berikut:
- Refleksi Spiritual (Mulat Sarira): Menjadikan hari raya sebagai momen introspeksi diri untuk mengendalikan sifat-sifat negatif.
- Memperkuat Persaudaraan: Mengimplementasikan konsep menyama braya dan menjaga kerukunan, tanpa membiarkan perbedaan pilihan politik menimbulkan perpecahan.
- Menjaga Keharmonisan: Mengaktualisasikan ajaran Tri Hita Karana untuk menjaga hubungan baik dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan.