Fitur pemindai sidik jari tersebut sudah lama ditinggalkan Apple. Tepatnya sejak peluncuran iPhone X pada 2017. Setelah itu, perusahaan sepenuhnya beralih ke Face ID pada perangkat premium.
Namun iPhone Ultra dikabarkan akan mengambil langkah berbeda. Bukan karena memenuhi unsur nostalgia. Melainkan keterbatasan ruang.
Ponsel lipat tersebut diperkirakan hanya memiliki ketebalan sekitar 4,5-4,8 milimeter saat dibuka. Dengan ukuran setipis itu, menempatkan seluruh komponen Face ID menjadi tantangan tersendiri.
Situasi semakin rumit. Karena perangkat memiliki dua layar. Jika Face ID dipasang pada kedua sisi, ruang internal yang dibutuhkan akan meningkat drastis.
Karena alasan tersebut, Apple dikabarkan memilih mengembalikan Touch ID. Yang kemungkinan ditempatkan pada tombol daya di sisi perangkat. Ruang yang dihemat kemudian bisa dimanfaatkan untuk komponen lain yang lebih penting.
Dari sisi spesifikasi, iPhone Ultra disebut membawa layar luar 5,5 inci dan layar dalam 7,8 inci. Perangkat juga dirumorkan menggunakan rangka titanium, chipset A20, sistem pendingin vapor chamber, serta baterai berkapasitas 5.800 mAh.
BACA JUGA:5 HP Samsung Paling Laris di Dunia Kuartal I 2026, Galaxy A07 Jadi Raja dan Kalahkan Banyak Rival
Jika angka tersebut benar, kapasitas baterainya berpotensi melampaui beberapa pesaing di kategori foldable.
Meski kemungkinan tidak akan memiliki spesifikasi paling ekstrem dibanding lini iPhone Pro konvensional, status sebagai iPhone lipat pertama diperkirakan sudah cukup untuk menarik perhatian pasar.
Pada akhirnya, seperti produk-produknya selama ini, kekuatan utama kemungkinan tetap berada pada integrasi ekosistem.
Juga pada pengalaman penggunaan. Itu yang selama ini membuat pengguna sulit berpindah ke perangkat lain.