UB dan Imigrasi Malang Perpanjang Kerja Sama, Siap Kembangkan Riset hingga Layanan WNA

Selasa 09-06-2026,13:48 WIB
Reporter : Shalum Ivo Anjani
Editor : Mohammad Khakim

“Imigrasi Malang tidak bisa bergerak sendiri. Kami memerlukan kolaborasi tidak hanya dengan masyarakat, tetapi juga dengan kalangan perguruan tinggi sebagai pusat ilmu dan riset, khususnya Universitas Brawijaya,” katanya.

Menurut Anak Agung, keberadaan sekitar 140 warga negara asing di lingkungan UB menjadikan kampus tersebut sebagai mitra penting dalam mendukung pelayanan, pengawasan, dan fasilitasi keimigrasian. Karena itu, perpanjangan kerja sama dinilai menjadi langkah yang relevan untuk menjawab kebutuhan layanan yang terus berkembang.

Selama masa kerja sama sebelumnya, Imigrasi Malang telah menghadirkan berbagai layanan langsung di lingkungan kampus. Di antaranya program Easy Passport yang memudahkan pengurusan paspor bagi sivitas akademika, serta layanan izin tinggal bagi mahasiswa dan dosen asing.

Layanan izin tinggal tercatat telah dilaksanakan sekitar sepuluh kali, sedangkan program Easy Passport telah digelar dua kali dengan jumlah pemohon yang cukup tinggi. Program tersebut dinilai efektif karena mempermudah akses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi.

“Kerja sama ini adalah keberlanjutan dari kerja sama sebelumnya yang memang telah berakhir masa berlakunya sehingga perlu diperpanjang kembali. Kami sangat mengapresiasi dukungan dan komitmen Pak Rektor beserta jajaran selama pelaksanaan kerja sama ini,” tuturnya.

Melalui perpanjangan kerja sama ini, UB dan Imigrasi Malang menegaskan komitmennya untuk mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan adaptif terhadap perkembangan global.

BACA JUGA:Harga Beras dan MinyaKita Naik, Harga Telur Justru Anjlok, ‘Kado’ untuk Jatim Memasuki Musim Kemarau

Kategori :