Menurut David, penggunaan teknologi intraoral scanner memungkinkan peserta melihat kondisi rongga mulut dan gigi secara lebih detail. Selain itu, peserta juga dapat langsung berkonsultasi dengan tenaga medis mengenai langkah-langkah perawatan yang diperlukan.
Antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan tersebut terbilang tinggi. Bahkan jumlah peserta yang memanfaatkan layanan kesehatan melampaui target awal yang telah disiapkan panitia.
“Untuk pemeriksaan gigi sudah ada antrean sekitar 15 orang, sedangkan pemeriksaan dokter umum mencapai lebih dari 20 peserta,” kata David.
Tingginya minat peserta menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Apalagi layanan yang diberikan dapat diakses secara gratis dan dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan profesional.
Salah satu peserta, Mega Anisa, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB, mengaku memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
“Saya mengikuti layanan kesehatan gratis ini karena ingin mengecek kondisi kesehatan, terutama tekanan darah, saturasi oksigen, dan kadar gula darah. Kegiatan seperti ini sangat membantu karena memberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara cepat dan mudah,” ujarnya.
Mega berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan layanan yang semakin beragam pada pelaksanaan berikutnya.
“Saya berharap ke depan ada peningkatan layanan, misalnya pemberian vitamin gratis. Menurut saya kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi warga UB untuk terus menjaga kesehatan, terutama di tengah perubahan iklim yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh dan kondisi kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Layanan kesehatan gratis tersebut dibuka mulai pukul 06.30 WIB hingga sekitar pukul 09.30 WIB dengan dukungan dokter umum, dokter gigi, perawat, serta dokter gigi muda yang bertugas memberikan pemeriksaan dan konsultasi kepada peserta. (kjsm)
BACA JUGA:Mahasiswa FH UB Belajar Langsung Penanganan TPPO di Polda Jatim dan Peradilan Militer Surabaya