Libur Iduladha 2026 di Malang Masih Sepi, Okupansi Hotel Belum Tembus Target

Minggu 31-05-2026,07:04 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Abdul Halim

BLIMBING, DISWAYMALANG.ID–Libur panjang Iduladha 1447 Hijriah belum memberikan lonjakan signifikan terhadap tingkat hunian hotel di Kota Malang. Hingga memasuki akhir pekan panjang, okupansi hotel rata-rata masih berada di angka 60 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki mengatakan, kondisi tersebut berbeda dibanding momentum libur besar lainnya yang biasanya langsung mendorong peningkatan wisatawan sejak hari pertama libur.

Menurutnya, masyarakat masih lebih banyak memprioritaskan aktivitas ibadah kurban dan berkumpul bersama keluarga dibanding melakukan perjalanan wisata.

BACA JUGA:Panduan Lengkap Liburan ke Kota Batu: 9 Destinasi Hits, dari yang Gratis hingga Berbayar

“Kalau saat Iduladha rata-rata okupansi hotel masih sekitar 60 persen. Mudah-mudahan mulai Sabtu sampai Minggu bisa naik di kisaran 70 sampai 80 persen,” ujar Agoes, Sabtu (30/5/2026).

Meski secara umum tingkat hunian belum maksimal, sejumlah hotel di Kota Malang mulai mencatat kenaikan reservasi menjelang puncak akhir pekan. Bahkan beberapa hotel dilaporkan sudah mendekati okupansi 80 hingga 90 persen.

Agoes menilai pola libur Iduladha memang memiliki karakteristik berbeda dibanding libur sekolah atau momen Natal dan Tahun Baru. Pada awal libur, masyarakat cenderung tetap berada di rumah untuk menjalankan tradisi kurban sebelum memilih bepergian.

BACA JUGA:MK Ramadipa Siap Debut di Moto3 Junior World Championship 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

“Biasanya wisatawan baru mulai bergerak setelah agenda kurban selesai. Jadi peningkatan okupansi memang lebih terasa mendekati akhir long weekend,” katanya.

PHRI Kota Malang tetap optimistis jumlah wisatawan akan meningkat dalam dua hari ke depan. Kota Malang dan kawasan Malang Raya dinilai masih menjadi tujuan favorit wisatawan domestik karena menawarkan kombinasi wisata alam, kuliner, hingga udara sejuk pegunungan.

Destinasi wisata di Kota Batu dan Kabupaten Malang diperkirakan masih menjadi magnet utama bagi wisatawan keluarga yang memanfaatkan sisa libur panjang untuk berlibur singkat.

BACA JUGA:Sekdakab Malang Hadiri Deklarasi dan Penandatanganan Pakta Integritas Anti-Kecurangan Layanan Kesehatan

Untuk menarik minat pengunjung, sejumlah hotel juga mulai menawarkan promo menginap, paket keluarga, hingga potongan harga khusus selama long weekend Iduladha 2026.

Strategi tersebut diharapkan mampu mendongkrak okupansi hotel sekaligus menggerakkan sektor pendukung lain seperti restoran, transportasi wisata, dan pelaku UMKM di kawasan wisata.

“Harapannya tentu ada peningkatan sampai akhir libur panjang karena sektor hotel dan pariwisata sangat bergantung pada momentum seperti ini,” pungkas Agoes. 

Tags :
Kategori :

Terkait