1 tahun disway

Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Digelar di Songgoriti Kota Batu

Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Digelar di Songgoriti Kota Batu

Suasana Ngarak Banteng Empu Supo XVII tahun 2025.-Prokopim Kota Batu -

BATU, DISWAYMALANG.ID--Ngarak Banteng Empu Supo akan kembali digelar di Kawasan Songgoriti, Kecamatan Batu, Kota Batu. Kegiatan dengan tajuk "Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo XVIII" itu akan berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026 atau bertepatan dengan Senin Kliwon, 6 Suro 1960 Jawa.

‎Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo adalah sebuah tradisi budaya masyarakat Songgoriti yang menjadi simbol pelestarian adat, seni, dan nilai spiritual masyarakat Jawa. kegiatan tersebut merupakan warisan budaya yang rutin digelar setiap datangnya bulan Suro.

BACA JUGA:Menjelang Puncak Tri Suci Waisak 2026: Intip Jadwal, Makna, dan Detail Detik-Detik Sakral

Ahmad Choirul, Humas Paguyuban Sanggar Empu Supo, mengatakan bahwa prosesi kirab atau ngarak akan dimulai pukul 09.00 WIB di depan area Candi Songgoriti. Bantengan akan mengikuti kirab di sepanjang jalan kawasan Wisata Songgoriti.

‎Mengangkat tema “Manggalaning Gwaya Purna Udaya”, acara tahun ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan budaya yang membawa semangat kemajuan, kemakmuran, dan keharmonisan masyarakat. 

BACA JUGA:Bagi yang Mau Berkurban, Jangan Sampai Langgar Larangan Ini Ya

‎"Tema tersebut juga menjadi refleksi bahwa budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga fondasi penting dalam membangun masa depan yang berakar pada identitas daerah," katanya, Minggu (31/5).

‎Choirul menjelaskan, tradisi Ngarak Banteng Empu Supo telah menjadi agenda budaya tahunan masyarakat Songgoriti yang dilaksanakan setiap bulan Suro. Hal itu sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus upaya menjaga warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. 

BACA JUGA:Peringatan Hari Tari Sedunia di Kampung Budaya Polowijen: Spirit “Njowo” Menghidupkan Warisan Topeng Malang

‎"Tradisi ini dikenal sebagai salah satu ikon budaya masyarakat Songgoriti yang memadukan unsur seni, spiritualitas, kebersamaan, dan kearifan lokal," tambahnya.

‎Menurut Choirul, tradisi Ngarak Banteng Empu Supo menjadi bukti bahwa Kota Batu bukan hanya memiliki kekuatan pada sektor wisata alam dan wisata buatan. Tetapi juga memiliki potensi besar dalam bidang wisata budaya lokal.

BACA JUGA:Testimoni Pak Puguh, Saksi Sejarah Jembatan Cangar yang Baru Saja Jadi Lokasi Bunuh Diri Beruntun Dua Pemuda

‎Bahkan, katanya , budaya Bantengan dinilai memiliki nilai historis, sosial, dan spiritual yang mampu menjadi daya tarik wisata budaya unggulan. Serta memperkuat identitas Kota Batu sebagai kota yang kaya akan keberagaman seni dan budaya. 

‎"Mari bersama menjaga, melestarikan, dan membanggakan budaya lokal Kota Batu sebagai warisan berharga untuk generasi mendatang," jelasnya.

Sumber: