Selain itu, dukungan jaringan 5G membuat smartphone ini lebih siap menghadapi perkembangan teknologi internet cepat di masa depan.
Namun ada juga beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Konsep bongkar pasang mandiri bisa menjadi tantangan bagi pengguna awam. Jika tidak dilakukan dengan benar, komponen internal berpotensi mengalami kerusakan.
Karena itu, sebagian pengguna tetap disarankan membawa perangkat ke teknisi profesional ketika menghadapi masalah serius pada smartphone.
Nokia Coba Hadirkan Tren Baru
Kehadiran Nokia G42 5G menunjukkan bahwa pasar smartphone tidak hanya soal spesifikasi tinggi, tetapi juga kemudahan perbaikan dan keberlanjutan produk.
Konsep self-repairable yang diusung Nokia dinilai bisa menjadi tren baru di industri smartphone global. Apalagi banyak pengguna mulai mencari perangkat yang lebih tahan lama dan mudah dirawat.
Dengan kombinasi harga terjangkau, dukungan 5G, serta fitur reparasi mandiri, Nokia G42 5G menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin smartphone unik dengan nilai lebih dibanding kompetitor di kelasnya.
Kini tinggal menunggu apakah langkah Nokia ini akan diikuti brand lain atau justru menjadi ciri khas tersendiri di pasar smartphone budget dunia.(*)