BATU, DISWAYMALANG.ID- Banyak libur panjang pada Mei 2026 diperkirakan memicu lonjakan wisatawan ke Kota Batu. Mei ini dinilai memiliki potensi lebih besar meningkatkan wisatawan karena ditopang beberapa periode libur panjang sekaligus.
Mulai libur Kenaikan Yesus Kristus pada 14–17 Mei, Idul Adha pada 27–28 Mei, hingga rangkaian Hari Raya Waisak dan Hari Lahir Pancasila pada 30 Mei sampai 1 Juni.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto mengatakan, selama periode libur panjang Mei–Juni pihaknya menargetkan lebih dari 560 ribu wisatawan datang ke Kota Batu.
"Target tersebut kami rasa realistis melihat tren kunjungan wisata yang terus meningkat sejak awal tahun 2026," katanya, Sabtu (16/5).
BACA JUGA:Fakultas Vokasi UB Jalin Kemitraan Strategis dengan Perusahaan Keamanan Siber Rusia
Onny menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan pada Januari 2026 mencapai 630.438 orang. Angka itu sempat menurun pada Februari dan Maret, namun kembali meningkat pada April dengan sekitar 432 ribu kunjungan.
"Di bulan ini banyak cuti bersama dan hari terjepit. Hal ini membuat wisatawan memiliki waktu libur lebih panjang untuk berwisata," ujarnya.
Kota Batu yang dikenal berhawa sejuk pun menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan, terutama dari wilayah Jawa Timur. Tidak hanya itu, Dinas Pariwisata juga mencatat peningkatan wisatawan dari luar provinsi, terutama dari Jakarta dan Jawa Barat.
"Wisatawan umumnya mencari destinasi wisata pegunungan dengan udara yang lebih sejuk. Kondisi itulah yang di miliki Kota Batu," Urai Onny.
Lonjakan kunjungan wisatawan diperkirakan juga akan berdampak langsung pada sektor perhotelan dan akomodasi. Tingkat hunian hotel, vila, maupun homestay diprediksi meningkat dengan rata-rata lama tinggal wisatawan sekitar dua hingga tiga malam.
“Kondisi ini jelas menjadi angin segar bagi sektor wisata dan perhotelan di Kota Batu. Yang juga akan semakin meningkatkan perputaran roda ekonomi masyarakat," tegasnya.