Waspadai Tanda Penggumpalan Darah: Simak Gejala, Dampak, dan Cara Penanganannya

Selasa 12-05-2026,14:08 WIB
Reporter : Jelita Sridia br Simajuntak
Editor : Mohammad Khakim

MALANG,DISWAYMALANG.ID-Penggumpalan darah atau trombosis menjadi salah satu kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai karena dapat memicu gangguan serius seperti stroke hingga serangan jantung. Kondisi ini terjadi ketika darah membeku dan membentuk sumbatan di pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi tidak lancar.

BACA JUGA:Hantavirus Sudah Menyebar di Indonesia, Ada 23 Kasus Positif, Jawa Timur Termasuk Wilayah Sebaran!

Beberapa gejala yang sering muncul tanpa disadari sebagai berikut, dirangkum Disway Malang dari beberapa sumber, Selasa (12/5/2026).

  • Kaki bengkak dan nyeri pada satu sisi: Kondisi ini dapat menjadi tanda Deep Vein Thrombosis (DVT), yakni penggumpalan darah pada vena dalam, terutama di area kaki.
  • Gejala lain yang patut diperhatikan adalah nyeri dada seperti ditekan
  • sakit kepala berulang
  • mudah pusing, hingga
  • kesemutan akibat gangguan sirkulasi darah

Gangguan aliran darah yang dibiarkan terlalu lama berisiko menyebabkan organ tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Karena itu, pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

Terapi Ozon

Selain pengobatan medis, beberapa terapi pendamping mulai banyak dikenal masyarakat untuk membantu menjaga kelancaran sirkulasi darah. Salah satunya terapi ozon yang diklaim membantu meningkatkan oksigenasi tubuh, menjaga daya tahan tubuh, hingga membantu proses regenerasi sel.

Terapi ini juga disebut digunakan sebagai pendamping pada beberapa kondisi seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, hingga gangguan pembuluh darah.

BACA JUGA:Park Ji Hoon Jadi Prajurit Dapur Ajaib dalam Drakor Terbaru The Legend of Kitchen Soldier

Terapi Infus Plak Lemak 

Di sisi lain, terapi infus plak lemak juga dikenal sebagai metode yang bertujuan membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi penumpukan plak pada pembuluh darah. Penumpukan plak sendiri dapat meningkatkan risiko aterosklerosis, stroke iskemik, hingga penyakit jantung koroner.

Meski demikian, masyarakat tetap dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional sebelum menjalani terapi tertentu. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebab gejala dan menentukan penanganan yang tepat sesuai kondisi kesehatan masing-masing.

Jaga Pola Hidup Sehat

Menjaga pola hidup sehat tetap menjadi langkah utama dalam mencegah penggumpalan darah dan penyakit pembuluh darah. Rutin berolahraga, menghindari duduk terlalu lama, menjaga berat badan ideal, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dalam jangka panjang.

BACA JUGA:BPOM Tarik 11 Kosmetik dari Peredaran, Ini Daftarnya, Ada yang Mengandung Merkuri

Tags :
Kategori :

Terkait