Dinkes Kota Malang Ingatkan Risiko Hantavirus saat Bersihkan Gorong-Gorong, Warga Diminta Pakai APD

Senin 11-05-2026,13:29 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Abdul Halim

KLOJEN, DISWAYMALANG.ID–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi penularan hantavirus saat melakukan aktivitas pembersihan gorong-gorong, saluran air, gudang, maupun area lembap yang berisiko menjadi sarang tikus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif mengatakan virus tersebut dapat menular melalui paparan urine, kotoran, maupun air liur tikus yang mengering dan terirup manusia saat proses pembersihan berlangsung.

“Yang perlu diwaspadai adalah ketika membersihkan tempat-tempat yang kemungkinan banyak tikus, seperti gorong-gorong, gudang, atau saluran air tertutup. Karena virus bisa menyebar lewat debu yang terkontaminasi,” ujar Husnul, Senin (11/5).

Menurutnya, hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di Kota Malang. Namun masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama petugas kebersihan, pekerja lapangan, hingga warga yang sering beraktivitas di lingkungan lembap dan kotor.

Husnul menjelaskan, gejala awal hantavirus umumnya menyerupai flu biasa seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan tubuh lemas. Namun pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius apabila tidak segera ditangani.

“Kalau muncul gejala setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus, segera periksa ke fasilitas kesehatan agar cepat tertangani,” katanya.

BACA JUGA:Ramai Hantavirus usai Kasus di Kapal Pesiar, Ini Penjelasan Lengkap Kemenkes RI

Dinkes Kota Malang juga mengimbau masyarakat untuk tidak membersihkan kotoran tikus secara sembarangan. Area yang akan dibersihkan sebaiknya disemprot cairan disinfektan terlebih dahulu agar debu tidak beterbangan dan mengurangi risiko penularan.

Selain itu, masyarakat diminta menggunakan alat pelindung diri (APD) sederhana seperti masker, sarung tangan, dan sepatu tertutup saat membersihkan gorong-gorong maupun area yang diduga menjadi sarang tikus.

BACA JUGA:Raih IPK Nyaris Sempurna 3,92, Nadya Jadi Wisudawan Terbaik FH UB dengan Angkat Isu Parenting Orders

“Jangan langsung disapu dalam kondisi kering karena debunya bisa terhirup. Basahi atau semprot disinfektan terlebih dahulu,” tegas Husnul.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke rumah, menyimpan makanan dengan aman, serta rutin membuang sampah agar populasi tikus dapat dikendalikan.

“Kunci utamanya tetap perilaku hidup bersih dan sehat serta pengendalian tikus di lingkungan sekitar,” pungkasnya. 

Tags :
Kategori :

Terkait