Untuk performa, Oppo A5X menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 6s Gen 1 dengan fabrikasi 11 nanometer. Chipset ini sebenarnya sudah cukup lama digunakan di beberapa seri Oppo sebelumnya.
Bahkan, banyak yang menyebut Snapdragon 6s Gen 1 sebagai versi rebranding dari Snapdragon 665. Karena itu, performanya dinilai masih standar untuk penggunaan harian seperti media sosial, chatting, hingga streaming video.
Namun untuk gaming berat, performa Oppo A5X memang bukan yang terbaik di kelasnya. Pengguna masih bisa memainkan game ringan, tetapi tidak disarankan untuk pengaturan grafis tinggi.
Meski begitu, Oppo tetap memberikan dukungan RAM LPDDR4X dan penyimpanan UFS 2.1 yang membuat proses buka aplikasi terasa lebih responsif.
Oppo A5X sendiri hadir dalam varian RAM 4 GB dengan memori internal 128 GB.
Kamera 32 MP dan Android 15
Di sektor fotografi, Oppo A5X dibekali kamera utama 32 MP yang ditemani lensa tambahan. Untuk kebutuhan selfie, tersedia kamera depan 5 MP yang mampu merekam video Full HD 30 fps.
Hasil kameranya cukup memadai untuk kebutuhan media sosial dan dokumentasi harian.
Menariknya, Oppo A5X sudah menjalankan Android 15 berbasis ColorOS 15 sejak pertama kali dinyalakan. Oppo juga menyematkan beberapa fitur AI editing foto yang mulai menjadi tren di smartphone terbaru.
Fitur tambahan lain yang tersedia antara lain jack audio 3,5 mm, triple slot kartu, sensor sidik jari di samping, dan Bluetooth 5. Sayangnya, HP ini belum memiliki NFC dan masih menggunakan speaker mono.
Dengan harga Rp1,8 jutaan, Oppo A5X menjadi opsi menarik bagi pengguna yang lebih mengutamakan daya tahan baterai, bodi tangguh, dan penggunaan harian yang stabil.(*)