Poco X8 Pro Max Bikin Dilema! Skor AnTuTu 2,7 Juta & Baterai 8500 mAh, Tapi Kamera Jadi Sorotan

Senin 04-05-2026,18:00 WIB
Reporter : Andika Putra
Editor : Andika Putra

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Poco X8 Pro Max langsung mencuri perhatian sebagai salah satu HP midrange paling ekstrem di 2026. Dengan skor AnTuTu tembus 2,7 juta dan baterai jumbo 8.500 mAh, Poco X8 Pro Max menawarkan performa yang bahkan mendekati kelas flagship. Namun di balik keunggulan tersebut, ada sejumlah catatan yang membuat smartphone ini terasa “setengah matang”.

Poco X8 Pro Max hadir dengan membawa chipset terbaru berbasis fabrikasi 3nm, yang menjadikannya salah satu perangkat paling kencang di kelas harga Rp6–7 jutaan. Kombinasi RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1 semakin memperkuat performanya, menjadikannya sangat mumpuni untuk gaming berat maupun multitasking intens.

Meski demikian, Poco X8 Pro Max tidak sepenuhnya sempurna. Beberapa keputusan desain dan fitur justru menuai kritik, terutama di sektor kamera dan pengalaman software yang dinilai masih tertinggal.

Desain Lebih Dewasa, Tapi Berat

Secara tampilan, Poco X8 Pro Max mengalami perubahan signifikan dibanding generasi sebelumnya. Desainnya kini terlihat lebih kalem dan premium dengan frame metal serta back cover berbahan fiberglass. Tidak lagi terkesan “gaming banget”, ponsel ini tampil lebih dewasa.

Namun, ada kompromi di sisi bobot. Dengan berat mencapai 219 gram, perangkat ini terasa cukup berat di tangan. Hal ini wajar mengingat kapasitas baterainya yang sangat besar. Ketebalan 8,2 mm masih tergolong tipis, tetapi sensasi berat tetap terasa saat digunakan dalam waktu lama.

Di bagian belakang, terdapat tambahan RGB LED yang bisa menyala untuk notifikasi atau efek gaming. Meski menarik, fitur ini dianggap tidak terlalu penting oleh sebagian pengguna.

Layar AMOLED 120Hz, Terang Tapi Kurang Natural

Poco X8 Pro Max dibekali layar AMOLED 6,83 inci dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 3.500 nits. Secara teknis, layar ini sangat mumpuni untuk penggunaan outdoor maupun multimedia.

Namun, ada catatan pada reproduksi warna yang cenderung agak hangat atau kekuningan. Hal ini membuat pengalaman visual terasa kurang natural bagi sebagian pengguna. Di sisi lain, layar flat menjadi nilai plus karena lebih mudah dipasangi tempered glass.

Fingerprint di dalam layar juga sudah menggunakan teknologi ultrasonic, memberikan respons cepat dan akurat, bahkan saat jari dalam kondisi basah.

Performa Gahar, Tapi Tidak Sepenuhnya Stabil

Sektor performa menjadi nilai jual utama Poco X8 Pro Max. Chipset Dimensity 9500S berbasis 3nm mampu menghasilkan skor AnTuTu hingga 2,7 juta poin. Ini menjadikannya salah satu HP tercepat di kelasnya.

Untuk gaming, berbagai judul berat seperti Genshin Impact, PUBG Mobile, hingga Wuthering Waves dapat dijalankan dengan lancar. Namun, dalam penggunaan jangka panjang, performa mengalami sedikit penurunan akibat thermal throttling.

Meski demikian, untuk harga yang ditawarkan, performa ini tetap tergolong sangat kompetitif dan sulit ditandingi.

Kamera Kurang Maksimal di Kelasnya

Di sektor kamera, Poco X8 Pro Max justru menjadi titik lemah. Kamera utama 50 MP memang mampu menghasilkan foto yang cukup baik di kondisi terang. Namun, kamera ultrawide hanya 8 MP tanpa autofokus, membuat kualitasnya jauh tertinggal.

Kamera depan 20 MP juga dinilai standar, dengan kemampuan video yang hanya mentok di 1080p. Di tahun 2026, spesifikasi ini dianggap kurang bersaing, terutama jika dibandingkan dengan kompetitor yang sudah menawarkan kamera lebih lengkap.

Tidak adanya lensa telefoto juga menjadi kekurangan signifikan di kelas harga ini.

Baterai Monster, Bisa 2 Hari Pemakaian

Kategori :