9 Mitos Kopi yang Masih Banyak Dipercaya, Berikut Faktanya!

Senin 20-04-2026,13:21 WIB
Reporter : Alysia Devi Rahma Putri
Editor : Mohammad Khakim

Ibu hamil tidak harus berhenti total, namun perlu membatasi asupan kafein. Batas aman yang disarankan oleh para ahli kesehatan biasanya adalah sekitar 200 mg kafein per hari (setara satu cangkir kopi ukuran sedang). Konsumsi berlebih dikhawatirkan dapat memengaruhi berat badan lahir bayi, sehingga konsultasi medis tetap menjadi prioritas utama.

BACA JUGA:Kuroky Jadi Raja Damage! Ini Top 5 DPM MPL ID S17, RRQ Masih Kesulitan?

BACA JUGA:Yuk Download Gratis Contoh Soal UTBK SNBT 2026, Lengkap Pembahasan dan Kunci Jawaban

5. Kopi Bikin Kecanduan Seperti Narkotika

Kafein memang memberikan efek stimulan pada sistem saraf pusat yang menimbulkan perasaan waspada. Meskipun penghentian konsumsi secara mendadak bisa menyebabkan gejala withdrawal seperti pusing atau lemas selama 1-2 hari, sifat adiktifnya tidak sekuat atau seberbahaya zat narkotika. Kafein lebih tepat disebut sebagai ketergantungan perilaku yang ringan.

6. Kopi Menghambat Pertumbuhan Anak

Anggapan bahwa kopi membuat anak sulit tinggi adalah mitos lama yang tidak terbukti secara ilmiah. Tinggi badan dipengaruhi oleh faktor genetika dan asupan nutrisi secara keseluruhan. Meski begitu, anak-anak tetap tidak disarankan minum kopi karena efek kafein bisa menyebabkan mereka menjadi hiperaktif, gelisah, atau mengalami gangguan tidur.

7. Penderita Maag Tidak Boleh Menyentuh Kopi

Kopi memang bersifat asam dan dapat memicu naiknya asam lambung bagi beberapa orang sensitif. Namun, saat ini sudah banyak pilihan biji kopi dengan kadar asam rendah (low acid) atau teknik seduh cold brew yang lebih ramah bagi lambung. Kuncinya adalah tidak meminum kopi saat perut dalam keadaan benar-benar kosong.

BACA JUGA:UB Luncurkan BOUMI, Produk Perawatan Anak Berbasis Bahan Alami

BACA JUGA:Tantangan Belanja Online di Tengah Peringatan Hari Konsumen Nasional 20 April


9 mitos tentang kopi yang masih banyak dipercaya--Pinterest

8. Menambah Susu pada Kopi Menghilangkan Antioksidannya

Menambahkan susu mungkin sedikit memperlambat penyerapan antioksidan (asam klorogenat) di dalam sistem pencernaan, namun tidak menghilangkan manfaatnya secara total. Tubuh tetap akan mendapatkan khasiat kesehatan dari kopi, sementara susu memberikan tambahan asupan kalsium dan protein yang baik bagi tulang.

9. Kopi Menyebabkan Insomnia Permanen

Kafein bekerja dengan memblokir reseptor adenosin di otak yang memberikan rasa kantuk. Efek ini bersifat sementara, biasanya bertahan antara 4 hingga 6 jam setelah dikonsumsi. Selama kopi tidak diminum saat mendekati waktu tidur malam, kualitas tidur tetap bisa terjaga dengan baik tanpa risiko insomnia kronis.

Kategori :